Tahfis Ahlul Qur’an Butuh Uluran Tangan Ummat

Teks Foto: Proses belajar mengajar di rumah Tahfiz Qur’an di Desa Indrayaman Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara

Talawi, Ersyah.com |  Tahfis Ahlul Qur’an yang didirikan pada tanggal 22 Oktober 2018 lalu, oleh seorang HAFIDZOH (penghafal alquran) alumni dari Rumah Tahfidz Daarul Uswah yang berada dikota Medan.

Rumah Tahfis Ahlul Qur’an ini berada dijalan pangkalan Desa Indrayaman Kecamatan Talawi, rumah tahfiz ini memiliki murid yang aktif 80 orang siswa, yang mana sebelumnya sudah hampir mencapai 200 orang murid. Oleh karena keterbatasan tempat dan fasilitas yang ada seiring berjalannya waktu beberapa murid lebih memilih untuk mengaji dirumahnya saja.

Wardatus Saniyah yang merupakan Alumni UIN Sumut ini, mendirikan rumah tahfiz merupakan sebuah pengabdian buat agama, agar kelak pada generasi kedepan muncul para generasi yang cinta Quran dan Islam.

iklan

Pada saat diwawancarai ersyah.com Wardah menjelaskan sistem pengajaran yang ia berikan saat ini adalah karena keterbatasan tempat pertama dari jam 13-00 wib s/d 15-00 wib, sif kedua pukul 15-30 wib s/d 17-30 wib.

Rumah tahfiz ini pula memiliki sistem pembelajaran yang berbeda yang disajikan. Bagi anak-anak yang sudah bisa mengenal huruf hijaiyah dan dapat membaca al-quran dengan baik dipisah dengan anak-anak yang belum kenal dan bisa baca al- qur’an.

Untuk anak-anak yang sudah bisa baca al quran, hafalannya di mulai dari juz 30 (surah An – Naba’) smpai surah Annas, setelah selesai setoran hafalan 1 juz,anak-anak akan di uji coba hafalannya dengan sistem random (hafalan acak), setelah sang anak dapat menjawab semua pertanyaan dari muhafadzhoh (guru), anak tersebut baru di perbolehkn untuk ziyadah (menambah hafalan).

Hafalan selanjutnya di mulai juz 1 (al baqarah), setiap hari sang anak di arahkan untuk muroja’ah (Mengulang Hafalan), setiap anak akan mengulang dari awal hafalannya smpai ayat terakhir yang ia hafal.

Sedangkan untuk jadwal pembelajaran sama saja seperti sekolah biasa, dari hari senin sampai jum’at.

Anak-anak yang belajar serta menghafal alquran di rumah tahfiz ini ditargetkan untuk hafalannya satu hari minimal satu ayat. Saat ini baru 3 juz hafalan anak yg tertinggi dan ditanya sedang duduk di bangku kelas 6 SD.

Wardah juga mengatakan, untuk anak-anak yang belum mengenali huruf hijaiyah dan belum bisa membaca al qur’an, setelah diajarkan mengaji anak-anak akan di berikan hafalan di mulai dari surah Annas (juz 30), dengan menggunakan metode talaqi (di bacakan terlebih dahulu oleh guru kemudian anak mengikuti) sampai anak tersebut terbiasa dan hafal ayat yang dibacakan.

“Dengan adanya rumah tahfiz ahlul qur’an ini Wardah berharap agar anak-anak mampu mempelajari dan memahami dengan benar makna al qur’an serta berakhlakul karimah, seperti akhlak rasulullah yang di jelaskan dalam al-qur’an, serta mengisi waktu luang anak-anak dengan hal yang positif dan bermanfaat”.

Ali Fathi Daraini yang juga salah seorang pendiri rumah tahfiz ini berharap pada Pemkab Batubara agar dapat membantu  kegiatan pembinaan penghafal al quran dan membantu rumah tahfiz yang ada di Kabupaten Batubara, serta memberikan dukungan motivasi dan materi atau sarana dan prasana, harapnya

Dengan kondisi proses belajar mengajar saat ini masih terhambat dengan kurangnya sarana dan prasarana yang belum mendukung proses pembelajaran, dan harapannya bisa mempunyai bagunan sendiri .

Untuk itu, Fatih berharap kepada seluruh masyarakat khususnya ummat muslim yang ada agar dapat mendonasikan sedikit rezekinya untuk  keberlangsungan dan pengkayaan nilai-nilai qur’ani ditengah masyarakat, bantuan dapat di salurkan ke rekening pimpinan  Tahfis Ahlul Qur’an An Wardatus Saniyah BANK Sumut 26802040059476 dan Informasi donasi dapat disampaikan ke nomor 085270595901 AN Bertiga, dan Wardatus Saniyah nomor : 082368892239.(MFF).

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *