Bicarakan Potensi Bukit Lawang dan Event WRC, Wagubsu ke Menparekraf

  • Bagikan
Foto: Wagubsu Musa Rajekshah bertemu Menparekraf Sandiaga minta dukungan pengembangan wisata Bukit Lawang Kabupaten Langkat.(Foto : Dis Kominfo Sumut)
iklan

JAKARTA.Ersyah.com l Terkait berbagai potensi dari pengembangan wisata Bukit Lawang – Tangkahan di Kabupaten Langkat.

Hingga rencana gelaran event bertaraf internasional, sport tourism World Rally Championship (WRC) di Kawasan Danau Toba pada tahun 2023. Wakil Gubernur Sumatra Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Pertemuan Wagubsu didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Kepala Dinas Pariwisata  Zumri Sulthony dan Ketua KONI John Ismadi Lubis, Rabu (5/1/21) di Gedung Kementerian Pariwisata Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Rombongan Wagubsu disambut Sandiaga Uno didampingi Sekretaris  Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu dan Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya.

Dalam pertemuan itu Wagubsu menyampaikan potensi -potensi Destinasi wisata Sumatra Utara yang sudah dikenal wisatawan mancanegara ada di Nias, Bukit Lawang dan Tangkahan.

“Kenapa kami mendorong Bukit Lawang dan Tangkahan karena potensinya luar biasa, di sana ada orangutan, ada Taman Gunung Leuser yang memang sebelum pandemi sudah banyak sekali dikunjungi turis mancanegara. Masyarakatnya juga sudah terbiasa menerima tamu mancanegara,”papar Wagubsu.

Selain itu, untuk mendorong kunjungan ke Danau Toba yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai destinasi wisata super prioritas.

Ijeck sapaan akrab Wagubsu, juga menyampaikan terkait event WRC yang dahulu pernah sukses dibuat pada Tahun 1996-1997 di Danau Toba.

“Kita sudah punya sirkuit sehingga tidak memakan biaya mahal untuk menggelar WRC. Kami berharap WRC bisa kembali lagi ke Sumut. Saya dorong gelaran ini bukan semata-mata karena saya perally tapi karena memang manfaatnya akan besar untuk perekonomian masyarakat,”jelasnya.

Ijeck, kehadirannya ke Kemenparekraf meminta dukungan atas keterbatasan Pemprov Sumut, baik anggaran pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, pengalaman, konsep dan lainnya.

“Kehadiran kami untuk meminta dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, karena kami punya keterbatasan anggaran, pengalaman, konsep dan lainnya,” ujar Ijeck.

Sandiaga Uno menyambut baik program hingga rencana event yang akan dilakukan Pemprov Sumut untuk menarik wisatawan melalui sport tourism WRC. Saat ini Kemenparekraf tengah mendorong desa-desa wisata di Sumut.

“Sebelumnya dua desa di Sumut, Desa Huta Tinggi  Kabupaten Samosir dan Desa Tipang Kabupaten Humbang Hasundutan terpilih dalam Anugerah Desa Wisata 2021.Justru itu  kami mendorong desa-desa lain di Sumut bisa berkembang sehingga potensinya bisa dikenal seperti Bukit Lawang dan Tangkahan merupakan  ekowisata berkelanjutan dan event juga sangat penting dan WRC sangat bagus sekali. Kita siap mendukung,”ucap Sandiaga Uno.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, siap memberikan pendampingan apalagi pemerintah saat ini memang mendorong sustainable ecotourism atau pariwisata yang berkelanjutan seperti Bukit Lawang dan Tangkahan.

“Sekarang kita memang gencar mendorong pariwisata berkelanjutan.  Kami sudah punya pedoman untuk pengembangan destinasi berkelanjutan.Nanti kami share pedoman ini dan kami siap memberi dampingan untuk tata kelolah destinasi ini,”janjinya. (Rul/red01)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.