Wabup Labura Buka PKM Lokakarya dan FGD Pengembangan Sistem Irigasi Asahan

  • Bagikan
Foto: Wakil Bupati Labura H Samsul Tanjung ST MH, Direktur Irigasi dan Rawa Dirjen SDM Kementerian RI, Kasubdit Wilayah 1 Direktorat Irigasi dan Rawa Parlinggoman Simanungkalit ST MPSDA, Project Director dan Agriculture and Business Expert International PPC Asahan, Dimyati Nangju diabadikan bersama OPD, Camat dan PNS Kabupaten Labura.(Foto. Kominfo Labura)
iklan

LABURA.Ersyah.comPertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Sistem Irigasi Asahan Sumatera Utara, Indonesia Phases-1, Kamis (13/1/22) di Aula Shangrila Hotel, Desa Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.

Wakil Bupati (Wabup) Labura H Samsul Tanjung ST MH yang membuka acara menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kabupaten Labura merupakan salah satu Kabupaten dengan daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan. Daerah pertanian berada di Kecamatan Kualuh Leidong dan Kualuh Hilir.

“Hasil dari pertanian di Kecamatan Kualuh Leidong ini sudah tidak diragukan lagi, yaitu beras leidong. Semoga program ini membawa kebaikan bagi petani di Kabupaten Labura,”harap Wabup.

Sementara, Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR – RI diwakili Kasubdit Wilayah I Direktorat Irigasi dan Rawa, Parlinggoman Simanungkalit ST MPSDA menyampaikan, ekstensifikasi lahan sawah beririgasi teknis.

Direktorat Irigasi dan Rawa akan melakukan kegiatan Development of Asahan irrigation System In North Sumatera (Phase I) di Kabupaten Labura, yang merupakan rangkaian study mulai dari master plan, study kelayakan, dan detail desain yang didanai dari Asian Development Bank (ADB).

Dijelaskan, potensi pengembangan lahan pertanian di Labura dan sekitarnya telah diidentifikasi sejak tahun 1980-an. Identifikasi awal diperoleh informasi potensi pengembangan mencapai 110.000 hektar.

Mengingat adanya perubahan tata guna lahan dan perkembangan yang terjadi pada areal tersebut, pada tahap pertama ini, identifikasi untuk pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas 40.000 hektar.

Saat ini, kata Parlinggoman, tahapan pekerjaan sedang berlangsung sudah sampai pada proses detail desain. Terdapat banyak kendala teknis yang ditemukan dan akan diputuskan rekayasa teknis yang sesuai agar jaringan irigasi untuk dapat melayani sesuai rencana. Rekayasa tentunya harus diterapkan dan diterima masyarakat di Kabupaten Asahan serta Kabupaten Labura dan pada umumnya masyarakat Provinsi Sumatra Utara dan Indonesia.

Project Director dan Agriculture and Business Expert International PPC Asahan, Dimyati Nangju berterima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dalam acara Publik Konsultasi Masyarakat (PKM) Phase ke – 2 yang dilaksanakan di Kabupaten Asahan.

“Sebelum menyelesaikan study ini, kami perlu sekali melakukan konsultasi dengan semua stakeholders di proyek area yang terletak di Kabupaten Labura dan Kabupaten Asahan untuk mengkonfirmasi temuan dan rekomendasi yang sebelumnya telah disusun dalam laporan feasibility study kami,”terang Dimyati. Sembari menambahkan proyek Asahan Fase 1 adalah proyek irigasi yang sangat besar di Indonesia karena luasnya mencapai 44.000 hektare.

Turut hadir beberapa kepala OPD, Camat, Kades, TNI – Polri dan masyarakat petani.(F.Sinaga)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.