Soal Kasus Wartawan Dengan Polisi, Kapolres Batubara Temui Wappress

  • Bagikan
Foto: Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH saat menemui wartawan di markas Komunikasi wartawan Wappress.(ersyah/01)
iklan

 

BATUBARA.Ersyah.comTerkait persoalan kasus mengintimidasi dan menghina Wartawan TV, M Fadly Pelka oleh oknum perwira polisi Ipda RBS, Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH, menemui wartawan yang tergabung di komunitas Wappress, Jum’at (14/1/22) di Limapuluh.

Kedatangan Kapolres Batubara didampingi Wakapolres Kompol Rudy Candra SH MM juga Kasi Humas Iptu Abdi Tansar SH dan beberapa anggota.

Dalam pertemuan itu, Kapolres  meminta maaf atas insiden yang terjadi.

“Perlu saya sampaikan kami memohon maaf atas kesalah fahaman anggota kami Ipda Bimo, ada mis komunikasi dengan teman kita wartawan TV  yang sering bersama kita. Fadly tadi malam juga sudah bersama – sama. Namu dia momohon maaf tidak bisa hadir hari ini, bukan karena ini, atau sengaja,  tapi mungkin dia juga ada kegiatan lain dan sudah memberi tahukan,”ujar Kapolres.

Dikatakan, sejak hari ini (Jumat 14 Januari 2022) pagi yang bersangkutan dijatuhi sanksi dengan dimutasi ke Mapolsek Medang Deras.

“Ini kita respon positif baik ya, sehingga kita ambil tindakan tegas kepada anggota kami. Langsung saya mutasikan, kita pindah tugas kan ke Mapolsek Medang Deras. Maklum saja mungkin karena dara muda ya, tidak bisa mengendalikan emosi diri. Jadi kita pindah tugas kan dia. Kita merespon cepat masalah ini untuk meredam semua termasuk internal kami,”kata Kapolres.

Ipda RBS sebelumnya menjabat Panit di Satres Narkoba Polres Batubara,

“Saya berterima kasih juga ya, ini tidak berkembang dan Fadly pun sudah maklum juga, saya niat baik ya, selaku orang tua ini. Uda lama kia bergaul ya, uda dua tahun lebih saya disini. Jangan hal – hal begini menjadi jelek Kabupaten Batubara,”bebernya.

Ikhwan juga menyampaikan hubungan sinergitas Polri dan wartawan terjalin dengan baik demi terwujudnya Kamtibmas.

“Jadi persoalan teman- teman media juga kita mediasi dan mencair. Saya pun mengambil tindakan respon cepat, tadi pagi saya teken suratnya, pindah langsung. Supaya dia belajar lah, bisa merenungkan diri. Dia di kecamatan dulu, belum cocok dia tinggal di kabupaten,”ujar Kapolres sambil memancing tawa.

Kapolres juga berharap kedepannya antara kepolisian dan Wartawan bisa  sinergi membangun kebersamaan. Apa pun persoalan bisa kita mediasikan.

“Saya terima kasih, sudah dua tahun disini situasi aman terkendali. Kita di posisi level 4 terbaik keamanan kamtibmas kita di Kabupaten Batubara. Semua bukan karena saya tapi kita semua terutama media. Alhamdulillah saya pun tidak akan lama lagi disini pangkat sudah turun, tinggal dilantik saja. Meskipun demikian saya berharap kita tetap bersilaturahmi komunikasi,”pinta Ikhwan.

Mewakili Wappress, M Sani mengucapkan terima kasih atas tindakan tegas Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis terhadap anggotanya Ipda RBS yang telah mengintimidasi dan menghina rekan wartawan.

“Sikap tegas Kapolres bersama Wakapolres mencerminkan kebijakan. Bahkan dialog bersama rekan-rekan wartawan patut kita apresiasi dan terima kasih sudah memberikan sanksi tegas kepada oknum Polri,” kata M.Sani.

Disela-sela pertemuan Kapolres AKBP Ikhwan Lubis dan Wakapolres Kompol Rudy Chandra menyerahkan bantuan 50 kardus mie instan ke Wappress untuk disalurkan kepada warga kurang mampu di Batubara.

Diberitakan sebelumnya, kejadian oknum perwira Polres Batubara berinsial Ipda RBS menitimidasi, menghina serta mengancam wartawan M Fadly, Kamis (13/1/22) di Mapolres Batubara.

Intimidasi dan caci maki yang dialami M Fadly berawal ketika dia dan rekan seprofesinya Purnomo hendak menghadiri undangan Kapolres AKBP Ikhwan Lubis dan PJU melaksanakan baksi sosial menyerahkan bantuan tali asih, sembako dan kursi roda untuk warga kurang mampu di Desa Sumber Padi, Kecamatan Limapuluh.

Saat berjalan di depan ruangan SPKT, is dipanggil Ipda RBS dengan nada keras. Namun karena waktu sudah mendesak, panggilan itu tak digubrisnya. “Awalnya tidak saya gubris, tapi karena suaranya semakin keras maka saya hampiri,” kata Fadli

Sedari awal kata Fadli, sudah merasa gerah mendengar panggilan oknum perwira yang menjabat panit di Sat Narkoba yang kurang bersahabat. “Woi… sini kau. Kau… sini. Sok sibuk kau… Sibuk apa kau…,”kata Fadly, meniruran panggilan oknum Polisi.

Purnomo yang semula menduga keduanya bergurau lalu bingung. “Awalnya aku kira cuma bergurau, karena aku lihat serius maka aku lerai biar tidak berkelahi,”ucap Purnomo, menimpali.

Sikap arogansi Ipda RBS semakin menjadi. Dia acungkan kepalan tangan kanannya hendak pukulan ke muka Fadly, sembari mengeluarkan kata-kata kotor dan tak sopan layaknya seorang perwira.

Atas ucapan itu, Fadly mencoba membela diri dengan bertanya apa salah dirinya. Kembali dengan lantang mengatakan “Jangan pura-pura tidak tau kau” sembari mengeluarkan kata-kata kotor.

Merasa dirugikan atas cercaan, hinaan dan intimidasi oknum bersangkutan.

“Jelas saya tidak terima diperlakukan seperti ini, saya akan tempuh jalur hukum untuk mengadukan oknum tersebut ke Divisi Propam Polda Sumut,” kata Fadli, didampingi komunitas wartawan Wappress Batubara.

“Sikap arogansi oknum Polri ini sudah menciderai amanat Kapolri dan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ. Panca Putra Simanjuntak yang mengajak seluruh jajaran memperkuat sinergitas dan koordinasi dengan wartawan sebagai mitra strategis,”ungkap wartawan senior H Marlan.

Semua masalah bisa diselesaikan baik-baik, tidak harus mengancam dan memaki, apalagi terhadi terhadap wartawan mitra Polri yang bekerja dilindungi undang-undang,”jelas Marlan. (red01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.