Ibu Bekerja PRT, Ayah Tiri Cabul di Labura Ini Diboyong Warga ke Kantor Polisi

  • Bagikan
Foto: N, ibu yang anak nya di cabuli sang suami, saat menceritakan kepada wartawan.(ersyah/F.Sinaga)
iklan

LABURA.Ersyah.com l IS (40) seorang ayah yang diduga mencabuli anak tirinya diboyong masyarakat ke Mapolsek Kualuh Hulu, Polres Labuhanbatu.

Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura, Sumatra Utara.

Informasi diterima Ersyah.com, IS diamankan masyarakat dan diserahkan ke Mapolsek Kualuh Hulu, Kamis (21/1/22) sekira pukul 23.00 wib.

Kapolsek Kualuh Huluh AKP Is Gunarko melaui Kanit Reskrim Ipda Yuna Hendrawan Gultom SH MH membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengatakan saat ini IS, telah diamankan dan kasusnya telah dilimpahkan ke Mapolres Labuhanbatu.

“Benar bang, tadi pagi telah diantar ke Mapolres Labuhanbatu bersama KPID,”jawab Yuna melalui selulernya, Jum’at (21/1/22).

Ayah tiri bejat itu melancarkan aksi terhadap korban, saat ibu korban bekerja dari pagi hingga petang menjadi seorang pembantu rumah tangga (PRT) di salah satu rumah anggota DPRD Kabupaten Labura.

N, Ibu kandung korban saat ditemui awak media mengatakan, perbuatan bejat pelaku terbongkar berawal dari ketika guru sekolah menghampiri Ibu koban sambil mengatakan agar  berhati-hati karena teman sekolah dari korban ada yang hamil.

“Saya pun menceritakan, agar hal tersebut tak terjadi kepadanya,”cerita N sambil mengusap air matanya.

Mendapat ungkapan sang ibu, korban yang diduga mulai ketakutan dan menganggap ibunya telah mengetahui perbuatan cabul terhadap dirinya. Usai mendengar cerita itu, korban pergi ke rumah Pamannya,  menceritakan seluruh perlakuan bejat  ayah tirinya.

Sang  Paman dan beberapa orang warga didampingi perangkat desa mengamankan pelaku dan membawa ke Mapolsek Kualuh Hulu.

“Malam itu juga saya membuat laporan ke Mapolsek Kualuh Hulu, atas perbuatan suami terhadap anak kandung saya,”ucapnya.

N mengaku hatinya hancur kala mengetahui sang buah hatinya menjadi korban seksual suaminya.

“Kesal dan kecewa rasanya. Kenapa ini terjadi dalam kehidupan saya,”ucapnya berulang terus mengusap air mata.

Ia berharap kepada aparat penegak hukum agar menghukum pelaku dengan seberat-beratnya.(F.Sinaga)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.