Kinerja Polrestabes Medan Layak Diapresiasi

  • Bagikan
Foto: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda didampingi Kasat Reskrim Kompol Dr M Firdaus SIK MH bersama jajaran Polsek Medan saat pemaparan ungkapan kasus, Curas, Curat dan Curanmor dengan puluhan tersangka.
iklan

MEDAN.Ersyah.com  Dosen Fisipol Universitas Medan Area (UMA), Dr. Dedi Sahputra MA menilai kinerja Polrestabes Medan layak dapat apresiasi, sebab memberikan rasa aman di Kota Medan, Sumatra Utara.

“Kinerja Polrestabes Medan ini pantas kita apresiasi, mengungkap kasus-kasus pencurian di wilayah hukumnya, sehingga rasa aman dan keselamatan harta benda dirasakan masyarakat,”kata Dedi Sahputra, Minggu (27/2/22) kepada wartawan di Medan.

Disebutkan, pengungkapan kasus – kasus kriminal pencurian yang ditindak jajaran Polrestabes Medan telah memberikan dampak baik bagi masyarakat.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran kepemimpinan Kapoldasu Irjen Pol Drs RZ. Panca Putra Simanjuntak MSi dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.

“Jajaran Poldasu mesti mempertahankan kinerja yang baik. Ini tentu tugas berat yang harus didukung bersama,”ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Medan mengungkap 33 kasus kriminal pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan 48 tersangka.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Jumat (18/2/22) lalu menjelaskan, dari 48 tersangka tersebut masing-masing memiliki perannya dalam aksi pencurian tersebut. “Pencurian dengan kekerasan ada 4 kasus, jambret 1, pembegalan atau begal 3, sedangkan pencurian dengan pemberatan rumah ada 15 kasus dan sasaran ruko ada 9 TKP, curanmor roda dua 4 kasus, roda empat 1 kasus,”jelasnya.

Kasus pencurian dan kekerasan termasuk jambret yang terjadi di Jalan Wahid Hasyim pada 21 Januari 2022 lalu.

“Pelaku berjumlah 5 orang, 4 adalah pelaku di lapangan dan 1 adalah penadah, inisial MRA, FA (BS penadah), dua pelaku lainnya inisial A, sedang kasus di Polsek sunggal kasus yang sama curas,”katanya.

Valentino pelaku MRA tewas ditembak petugas karena melawan dan rekannya FA ditembak di bagian kaki. “Tersangka FA, merupakan residivis,” ujarnya.

Terkait kasus – kasus itu, kata Valentino, masih dilakukan pengembangan. Karenanya dihimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menjadi korban tindakan kriminal.(ayu/red01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.