Ops Keselamatan Toba 2022 Polres Batubara Digelar 14 Hari

  • Bagikan
Foto: Wakapolres Batubara Kompol Rudy Candra SH MM memasang pita kepada personil TNI, tanda Operasi Keselamatan Toba 2022 wilayah Kabupaten Batubara dimulai.(foto.Humaspol Batubara)
iklan

BATUBARA.Ersyah.com l Guna meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Polres Batubara melaksanakan apel gelar pasukan Ops Keselamatan Toba 2022, Selasa (1/3/22) di Lapangan Apel Mapolres Batubara, Sumatra Utara.

Apel dipimpin Wakapolres Batubara Kompol Rudy Candra SH MM dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa Pandemi Covid 19.

Kegiatan diikuti personil gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Batubara.

Turut hadir Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima SE, Dandim 0208/Asahan diwakili Danramil Lima Puluh Kapten lnf N Panjaitan, Danyon 126/KC diwakili Kapten lnf Opung Sungguh, oerwakilan Kejari Batubara, para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Batubara.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan seluruh jajaran Polda Sumut, sebagai bentuk kesiapan personil dan sarana prasarana yang akan dilibatkan pada operasi keselamatan Toba tahun 2022.

Sekaligus menunjukkan operasi kepada publik hingga masyarakat Sumatra Utara dapat patuh hukum maupun pelanggaran, sehingga kecelakaan lalulintas, dan dapat menurunkan penyebaran Pandemi Covid-19,”ujar Kompol Rudy Candra dalam amanat.

Kompol Rudy Candra, sasaran operasi ini diprioritaskan pelanggaran lalulintas antara pengendara motor yang tidak menggunakan helm, standar, pengemudi yang tidak menggunakan sefty belt, pengemudi atau pengendara yang melebihi batas kecepatan.

Pengemudi keadaan pengaruh alkohol, pengemudi yang melawan arus, pengendara dibawah umur, pengendara yang menggunakan handphone, kendaraan yang menggunakan lampu strobo, rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya.

“Jenis penegakan pelanggaran  dilakukan secara persuasif, humanis dengan memberikan tindakan kepada pelanggar. Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari, terhitung tanggal 1-14  Maret 2022,”jelasnya.

Operasi dapat mendorong tercapainya tujuan meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalulintas.

Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalulintas.(red01)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.