Jenazah Korban Hanyut di Sungai Kualuh Labura Ditemukan Mengapung, 2 Km Dari Tempat Kejadian

  • Bagikan
Foto: Tim gabungan BPBD Labura, Basarnas Tanjung Balai membantu masyarakat mengevakuasi mayat korban.(ersyah/f.Sinaga)

LABURA.Ersyah.com l Pencarian korban hanyut dihentikan Tim Gabungan Pukul 18.00 Wib, namu masyarakat yang peduli dan simpati kepada korban terus melakukan pencarian hingga malam hari dengan menggunakan sampan boat dan perahu karet dengan menyisir tepian sungai dengan melakukan penyelaman sampai kedasar sungai.

“Penemuan jasad korban hanyut Auval (14) tepat sekira pukul 00.05 wib. Jenazah korban ditemukan sejauh 2 km dari tempat kejadian dengan posisi mengambang di permukaan air sungai kualuh,”jawab Al Amin Pasaribu saat ditanyai wartawan, Rabu (9/3/22) melalui pesan WhatsApp nya.

Saat itu warga yang merasa penasaran dan simpati dengan korban meyakini jenazah bisa ditemukan.

“Makanya seketika tim gabungan memberhentikan pencarian, kami dan kawan-kawan mengambil sampan boat yang kami siapkan untuk melakukan evakuasi,”ujarnya.

Amin, sebelumnya saya dan kawan-kawan juga sudah 3 malam melakukan pemantauan dari atas jembatan titi gunting saga.

“Jasad korban dibawa menggunakan mobil ambulance kerumah duka di Desa Tanjung Pasir Kualuh Selatan Kabupaten Labura dan malam itu juga langsung di kebumikan sekira pukul 04.00 wib di TPU Dusun Kampung Banjar Desa Tanjung Pasir,”jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang santri hanyut dibawa derasnya arus sungai. Santri yang hanyut ini mandi bersama dua orang teman sekolah nya usai bermain sepak bola, Minggu (6/3/22), sekira pukul 16.00 Wib.

Karena tidak pandai berenang santri hafiz Al Qur’an di pesantren azhar centre bernama Muhammad Auval Ismail (14)  warga Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten   Labura hanyut di Sungai Kualuh Desa Si Dua-dua, Kecamatan Kualuh Selatan.

Informasi dihimpun, saat itu Nauval bersama tiga teman, Hafis, Haski dan Angga, pergi ke sungai hendak mandi usai bermain sepak bola. Setiba nya di pinggir sungai korban Nauval bersama Haski dan Angga langsung menceburkan diri ke sungai sedangkan Hafis hanya menunggu di tepian sungai.

Haski dan Angga tiba tiba berenang ke tengah hendak menyeberangi sungai dan di ikuti oleh korban Nauval yang tidak pandai berenang. Ia pun hanyut dibawa air. Melihat itu, Haski lalu menolong dengan cara menarik baju dan rantai yang melingkar di leher korban Nauval, namun rantai korban yang ditarik Haski putus dan sesaat itu juga korban tenggelam.

Haski dan Angga langsung memberitahukan bahwa teman mereka bernama Nauval hanyut di sungai kepada salah seorang tekong sampan boat pengangkut batu kerikil yang sedang melintas dari hulu sungai bernama Sari.

Seketika itu juga Sari (tekong boat ) memberitahukan kepada warga yang bermukim di bantaran Sungai Kualuh ada salah seorang santri hafiz Qur’an hanyut.

BPBD Kabupaten Labura dibantu Basarnas dan warga sekitar langsung turun ke lokasi kejadian melakukan pencarian terhadap jasad korban menyisiri sepanjang tepian.

Camat Kualuh Selatan, Suwedi menyebutkan, korban ini adalah seorang santri hafiz Qur’an pesantren azhar centre bernama Muhammad Nauval Ismail hanyut di sungai kualuh saat mandi bersama teman nya.

“Alhamdulillah. Sudah ditentukan, semoga setelah ini tidak ada lagi kejadian serupa. Karenanya masyarakat kita minta untuk lebih hati-hati,”himbau Suwedi.(F.Sinaga)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.