Pemberhentian 5 Ketua PAC Sesuai Prosedur Partai Demokrat

  • Bagikan
Foto: Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Batubara Wan Helmi SE bersama para pengus harian dan PAC diabadikan saat HUT Partai.(ersyah/01)

BATUBARA.Ersyah.comPartai Demokrat Kabupaten Batubara sampai saat ini tetap berjalan sebagaimana mekanisme partai.

“Kekisruhan itu tidak benar dan tidak ada, kalau ada isue miring, situasi tersebut sengaja diciptakan oknum tertentu untuk tujuan Muscab,”kata  Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Batubara Wan Helmi SE didampingi Sekretarisnya Hidayat Hs, Rabu (27/4/22) di Coffe Shop Perumahan Lima Puluh Permai Lima Puluh.

Dijelaskan, Ketua Umum ( Ketum) Partai Demokrat AHY, mengintruksikan kepada seluruh Pengurus DPP, DPD, DPC dan DPAC sampai ke tingkat Ranting untuk melakukan Validasi SK ditingkat masing-masing.

“Jadi pemberhentian dan pengangkatan 12 Plt Ketua PAC se Kabupaten Batubara sesuai  instruksi Ketua Umum terpilih hasil Kongres V Partai Demokrat tanggal 15 Maret 2020 di Jakarta,”ujarnya.

Wan Helmi menegaskan, tujuan mengganti susunan Pengurus Partai karena sudah tidak aktif di kepengurusan atau pindah Partai dan meninggal dunia, sehingga tidak lagi aktif.

“Pemberhentian 5 Ketua PAC sudah sesuai prosedur yang berlaku di Partai Demokrat. Dan suratnya sudah disampaikan sampai tingkat pusat. Kemungkinan karena mereka ada mendengar desas desus sebentar lagi diadakan Muscab Partai Demokrat secara kolektif di seluruh Sumatera Utara. Biasalah dinamika politik, mungkin ada yang mau maju, dengan cara ini dimainkan mereka. Mana tau bisa jebol dan bisa mendapat dukungan,”sentil Wan Helmi.

Menjawab tudingan bahwa kantor Sekretariat tidak pernah buka, Wan Helmi meyakini oknum yang berbicara demikian bukan bagian dari Partai berlambang mercy tersebut.

“Kelihatan mereka itu tidak ada di Batubara. Perlu saya jelaskan, selama ini mulai dari tahun 2021 sampai hari ini, kita tetap melaksanakan berbagai kegiatan di kantor. Tim Bakti Sosial kami terus melakukan kegiatan yang  dilakukan di Sekretariat. Jadi mana mungkin tutup, kantor Sekretariat kami terus buka,”terangnya.

Wan Helmi, berdasarkan instruksi Ketum DPP Partai Demokrat, seluruh Ketua DPC se Indonesia termasuk DPC Kabupaten Batubara melakukan validasi seluruh  pengurus PAC yang tidak aktif lagi di Partai, harus diganti demi untuk memanaskan mesin partai menuju Pemilu 2024 mendatang.

“Kita melakukan rapat Pleno dengan  jajaran pengurus harian untuk melakukan validasi SK terhadap PAC diseluruh Kabupaten Batubara. Nah, PAC yang sudah tidak aktif lagi dan tidak bergerak sama sekali mesin partai, maka diganti,”ucapnya.

Wan Helmi, 5 Ketua PAC digantikan itu, Ketua PAC sudah pindah domisili rumahnya di luar Kabupaten Batubara dan sekretariatnya tidak aktif lagi.

Ketua PAC Air Putih sudah pindah ke partai lain.

“Ada juga Ketua PAC-nya  memang tidak mampu membesarkan Partai di Kecamaannya masing – masing sehingga vakum. Bahkan sekretariat PAC juga tidak ada lagi, termasuk atribut Partai Demokrat di kecamatannya juga sudah tidak ada,”terangnya.

Setelah Pleno awal Januari 2021 lalu, pihaknya memberikan rekomendasi hasil validasi kepengurusan PAC ke DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatra Utara. Rekomendasi juga memuat bakal calon Plt Ketua 7 PAC kecamatan induk dan 5 PAC kecamatan pemekaran.

“Rapat Pleno tidak perlu dihadiri OKK dan Majelis Partai Cabang. Pleno sah bila dihadiri 3, 5, atau 7 pengurus harian DPC,”sebutnya.

Ditambahkan Wan Helmi, untuk memanaskan mesin partai mulai dari tingkat bawa kita mengambil tindakan cepat dan menyampaikan permasalahan di pengurus Provsu.

“Jadi yang menerbitkan SK 12  Plt Ketua PAC adalah Plt Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatra Utara Drs Heri Zulkarnain SH dan Sekretaris DPD Hj Melizar Latif, dan SK terbit Januari 2021,”jelasnya.

Mekanisme penentuan calon Plt Ketua PAC, Helmi mengatakan ditunjuk langsung peserta Rapat Pleno.

Terkait ungkapan keharusan Ketua DPC mengundurkan diri 6 bulan sebelum berakhir masa jabatan apabila masih maju untuk periode berikutnya.

“Tidak ada di PO (Peraturan Organisasi) yang mengharuskan Ketua harus mengundurkan diri untuk mencalonkan diri,”bantanya.

Begitu juga tentang jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), menurut Wan Helmi  tergantung DPD, sebab pelaksanaan Muscab nantinya digelar serentak di 33 DPC se Sumatera Utara yang kemungkinan digelar DPD  Medan.

Untuk itu Wan Helmi meminta kepada Ketua PAC yang ada agar tetap solid sampai di akhir jabatannya selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Batubara, hingga 14 Oktober 2022 mendatang.(red01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.