Buat Laporan Rekayasa, Oknum Wartawan Online Batubara di Tahan

  • Bagikan
Foto: Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Jhon Heber Tarigan SH didampingi Kanit Resum Iptu AA Sagala dan KBO Reskrim Iptu Abdi T SH saat memberikan keterangan kepada wartawan.(ersyah/01)
iklan

BATUBARA.Ersyah.com l Terbukti buat laporan palsu atas kasus rekayasa penikaman terhadap dirinya, RF  oknum ngaku wartawan online Kabupaten Batubara yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu ditahan di Mapolres Batubara.

Kapolres Batubara melalui Kasat Reskrim Jhon Heber Tarigan SH di dampingi Kanit Resum Iptu AA Sagala, KBO Reskrim Iptu Abdi  T SH dan Kasi Humas Iptu RN Zebua, Senin (20/6/22) menjelaskan, pengungkapan kasus ini Sat Reskrim Polres Batubara bekerjasama dengan Unit Jatanras Polda Sumatra Utara.

Hasil penyelidikan dan penelusuran dan analisa CCTV sebanyak 8 (delapan) titik disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mencari info tentang keterangan yang disampaikan pelapor selaku korban,  bahwa dirinya ditikam dua orang pelaku OTK yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna putih. Namun dari hasil penyelidikan tidak ditemukan seperti yang disampaikan alias bohong.

“Pelapor inisial RF (21) warga Simpang Geo Ling VI Kelurahan Labuhan Ruku Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara,”ujarnya.

Jhon Heber Tarigan menjelaskan, keterangan RF, menyatakan ia ada perselisihan dengan Saudara Ari Darma dan Saudara Riri. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisa tim penyidik, tidak ditemukan bukti yang mengarah kepada kedua orang yang disebutkannya. Hasil analisa IT “CELL DUMP” di tempat kejadian perkara (TKP) dan analisa komunikasi. Tim menemukan adanya komunikasi yang mencurigakan. Barang bukti celana panjang yang dikenakannya saat peristiwa penikaman terjadi pada Sabtu malam (11/6/2022) sekira pukul 01.00 Wib yang dilaporkan, terdapat bekas sobek vertikal pada celana tersebut dibagian samping kanan.

“Luka sayat yang ada di paha kanan pelapor, posisi lukanya pada bagian tengah paha kanan, dan luka tersebut berbentuk horizontal,”jelas Kasat.

Selai itu kata Jhon Heber, saat dilakukan pra rekonstruksi, posisi luka pada paha kanan pelapor posisinya tidak sesuai dengan bekas sobek pada celana panjang yang dikenakan korban. Hasil pulbaket dari pacar korban inisial DC dan pemeriksaan handphonenya, ditemukan pola yang sama terkait dua peristiwa penikaman (pengakuan pelapor), bahwa ia ditikam orang tak dikenal (OTK).

“Setiap kejadian tersebut sebelumnya ada berselisih faham dengan pacarnya, karena chat maupun telephone pelapor tidak direspon sang pacarnya selama dua hari, dan akhirnya pelapor mengirimkan foto dirinya ditikam OTK,”ungkapnya.

Jhon Heber, berdasakan hasil pemeriksaan tambahan terhadap pelapor pada Kamis (16 /6/22), mengakui bahwa luka pada pahanya tersebut adalah luka sayatan yang dibuatnya sendiri dengan menggunakan pisau lipat (DPB).

“RF melukai paha kanannya pada Sabtu, (11 /6/22) sekira pukul 00.01 Wib didalam kamarnya. Saat itu mengenakan celana boxer (celana pendek). Dari awal kita sudah mulai curiga, sebab beda-beda ketengan dan ketika olah tempat kejadian perkara,”kata Jhon Heber.

Atas perbuatan RF, Orang tuanya bernama Ewinsyah menyesal dan meminta maaf akibat tingkah laku anaknya kepada institusi Polri dan selaku Wartawan Media Online Lensa Medan, serta meminta maaf kepada Kapolda Sumut atas perbuatan anaknya yang minimbulkan keresahan di tengah-tengah khalayak ramai.

“Motif RF melukai dirinya sendiri untuk mendapatkan perhatian dari pacarnya. yang mana saat itu ia sedang berselisih faham, hingga dia nekat merekayasa untuk dapat simpati dari sang pacar,”terang Jhon Heber.(red01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.