DAERAH  

2 Warga Positif DBD, Dinkes PPKB Batubara Fogging Lingkungan Pasien

Foto: Petugas Fogging dari Dinas Kesehatan PPKB Batubara saat menyemprotkan pengasapan dirumah rumah warga sekitar pasien DBD.(ersyah/01)

BATUBARA.Ersyah.com l Sebanyak 2 warga di Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatra Utara ditemukan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) dan hingga saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( Dinkes PPKB) Kabupaten Batubara bersama Puskesmas Labuhan Ruku didampingi perangkat Desa Masjid Lama langsung melakukan fogging  rumah-rumah warga sekitar yang berdekatan dengan pasien DBD.

Plt Kadinkes PPKB Batubara dr Deni Syaputra didampingi Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Budi Jurnarman Sinaga SKM MKN, Jum’at (26/5/23) membenarkan adanya warga di Kecamatan Talawi positif DBD.

iklan

“Iya, kita dari dinas baru saja melakukan pengasapan rumah (Fogging). Upaya ini dilakukan menyusul adanya temuan 2 warga yang dinyatakan positif DBD dan menjalani perawatan di rumah sakit,”ujarnya.

dr Deni, temuan DBD itu berawal datang berobat ke Puskesmas Labuhan Ruku. Dari petugas kesehatan orang tua dianjurkan untuk pemeriksaan lengkap. Oleh orang tua pasien memutuskan sang anak dibawah ke leboratorium Anugerah Kisaran dan hasil nya positif DBD. Kemudian orang tua pasien memutuskan membawa anaknya ke Rumah Sakit Madani Medan.

“Informasi kita terima pasien sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut,”ungkapnya.

dr Deni, setelah dilaporkan ada kasus DBD maka petugas Puskesmas Labuhan Ruku bersama dengan Bidan Desa melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk melihat apakah ada yang demam disekitar rumah dan melihat apakah ditemukan jentik nyamuk Aedes.

Hasil PE tidak ditemukan ada demam disekitar rumah pasien.

“Ada 30 rumah yang diperiksa jentik. Enam rumah diantarnya ditemukan yang ada jentiknya, sehingga Angka Bebas Jentik (ABJ) nya  (80%),”sebutnya.

Dari hasil PE itu, direkomendasikan untuk dilakukan penanggulangan secara cepat dan tepat untuk memutus mata rantai penularan melalui fogging fokus.

“Memang fogging ini hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk yang ada di penampungan air serta genangan di selokan tidak bisa di fogging sehingga dapat berkembang biak menjadi nyamuk dewasa, karenanya kita harapkan masyarakat mengajak pola hidup bersih,”tutur dr Deni.

Ia juga menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Batubara untuk waspada terhadap DBD dengan melakukan PSN 3M Plus.

Ditanya, menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/wc, drum, dan lain-lain seminggu sekali.

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti gentong air/ tempayan dan lain-lain.

Kemudian, memanfaatkan atau mendaur ulangn barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Dengan kegiatan Plus lainya, antara lain:

Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lain yang sejenisnya seminggu sekali. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak serta menutup lubang-lubang pada potongan bambu/pohon dan lain-lain dengan tanah.

“PSN 3M Plus ini harus dilakukan secara rutin seminggu sekali. Mengingat jentik nyamuk akan berubah menjadi nyamuk dalam waktu tujuh hari,”terang dr Deni.

Sementara itu, data dihimpun dari Dinas Kesehatan PPKB Batubara, jumlah kasus DBD tahun 2023 di empat bulan terakhir sejak Januari -April total 50 kasus.

Rinciannya, Januari 21 kasus, Februari 13 kasus, Maret 11 kasus dan April 5 kasus.

Untuk kasus DBD tertinggi selama empat bulan itu adalah Kecamatan Air Putih.

“Berdasarkan data kita yang paling tinggi Kecamatan Air Putih tepatnya di Desa Pematang Panjang, total dari Januari – April sebanyak 13 kasus,”jawab Kabid P2P Dinkes PPKB Batubara Budi Jurnarman Sinaga SKM MKN saat ditanyai.(red01)

iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *