
LABURA.Ersyah.com l Pemerintah Kabupaten Labura terus berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Labura mengalokasikan 139 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di daerah tersebut.
Penyaluran alsintan ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Selasa (4/3/2025) dihadiri Bupati Labura, Dr. Hendri Yanto Sitorus.
Dalam sambutan, Bupati Hendri Yanto Sitorus menegaskan bahwa penyaluran alsintan merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Ia menjelaskan, lat-alat tersebut mencakup traktor dan rice transplanter, diharapkan dapat mempercepat proses produksi dan meningkatkan hasil panen para petani.
“Langkah ini sejalan dengan program nasional dalam meningkatkan ketahanan pangan. Kami ingin memastikan bahwa petani di Labura memiliki sarana yang memadai untuk meningkatkan hasil panen, baik pada tahap pra-panen maupun pasca-panen,” ujarnya.
Sebanyak 139 unit alsintan yang disalurkan ini, termasuk traktor dan rice transplanter, dirancang untuk mendukung luas tambah tanam (LTT) serta meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi.
Bupati menambahkan, jumlah alsintan yang diberikan lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian di Labura.
“Kami berharap para petani dapat memanfaatkan alat ini dengan baik dan bertanggung jawab, sehingga target dua hingga tiga kali panen dalam setahun dapat tercapai,”ungkap Bupati.
Bupati juga mengingatkan petani dan pengurus kelompok tani untuk menjaga penggunaan alsintan dengan penuh tanggung jawab dan menghindari penyalahgunaan, seperti penjualan atau kehilangan alat. Pemerintah daerah akan terus memantau penggunaan alsintan untuk memastikan bahwa alat tersebut digunakan secara optimal demi kesejahteraan para petani.
Adanya dukungan alsintan, diharapkan sektor pertanian di Labura akan semakin berkembang dan dapat memberikan kemandirian pangan yang berkelanjutan bagi daerah. (F.Sinaga)









