Akurasi Data Jadi Senjata Utama Batubara Turunkan Stunting

Bupati Batubara, H. Baharuddin Siagian bersama instansi terkait saat rapat penanganan stunting.(Foto. Diskominfo BB)

BATUBARA.Ersyah.com l Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Kamis (27/2025) di Aula Rumah Dinas Bupati, kompleks perumahan PT Inalum, Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka.

Rapat menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat konsolidasi lintas sektor dalam menekan angka stunting yang masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi Batubara.

Pemerintah Kabupaten Batubara melalui TPPS membahas secara mendalam analisa situasi stunting di seluruh kecamatan serta melakukan evaluasi ketat terhadap data yang diinput melalui Aplikasi Web Aksi Bangda.

Keakuratan data ditegaskan sebagai fondasi penting untuk menentukan kebijakan dan intervensi yang benar-benar tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang berisiko tinggi.

Peserta rapat terdiri dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, hingga berbagai stakeholder melakukan pembahasan menyeluruh terkait progres aksi konvergensi.

Pembenahan data, sinkronisasi program, dan percepatan pemenuhan berbagai indikator menjadi fokus utama agar penanganan stunting semakin efektif.

Bupati Baharuddin menekankan agar seluruh hasil rapat tidak berhenti pada rekomendasi, tetapi langsung diimplementasikan.

“Jangan main-main dengan masalah stunting. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Semua perangkat daerah, kecamatan, desa hingga kader posyandu harus bekerja lebih cepat, tepat, dan terpadu,”tegasnya.

Ia menyebut, penurunan stunting tidak mungkin tercapai jika hanya mengandalkan satu pihak. Kolaborasi dari seluruh lini pemerintahan hingga tingkat desa menjadi kunci keberhasilan.

Program intervensi gizi, perbaikan layanan kesehatan, penyediaan sanitasi yang layak, serta edukasi pola asuh harus berjalan serentak dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bupati, setiap intervensi, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kesehatan anak, hingga validasi data lapangan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keberlanjutan, bukan sekadar program tahunan.

Sebagai langkah peningkatan akurasi data, pemerintah mulai menerapkan pemeriksaan laboratorium bagi setiap anak yang dicurigai berisiko stunting.

Selain tinggi dan berat badan, kini dilakukan pengecekan hemoglobin, status gizi mikro, dan indikator kesehatan lainnya.

“Kalau diagnosisnya tepat, intervensinya pun tepat. Pemeriksaan laboratorium memberi gambaran lebih akurat sehingga langkah penanganan bisa lebih terarah,”ucap Bupati.

Pemkab Batubara terus memperkuat evaluasi dan koordinasi secara berkala agar target penurunan stunting dapat dicapai sesuai arah kebijakan nasional.

Melalui sinergi seluruh unsur TPPS, diharapkan upaya ini memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Rapat dihadiri Plh. Sekda, para Asisten, Ketua TP PKK, jajaran pimpinan OPD, camat, kepala desa, pihak rumah sakit, pelaku usaha seperti PT Inalum, PT Socfindo, PT MNA, PT Domas, PT BRC, serta perbankan dan puskesmas se-Kabupaten Batubara.(red01)

Tinggalkan Balasan