PGM Indonesia Harus Jadi Motor Perubahan Pendidikan Madrasah di Batubara

Pelaksana tugas Ketua Pengurus Wilayah PGM Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Abdul Wahab Absam saat proses penyerahan petaka kepada Ahmad Jaiz sebagai Ketua PGM Indonesia Kabupaten Batubara.(Foto. Diskominfo BB)

BATUBARA.Eryah.com l Pengurus Daerah (PD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Batubara periode 2025–2030, dilantik, Kamis (8/1/2025) di Aula Kantor Bupati Batubara.

PD PGM baru ini menjadi tonggak penguatan peran guru madrasah dalam mencetak generasi unggul dan berkarakter.

Pelantikan dipimpin Pelaksana Tugas Ketua Pengurus Wilayah (PW) PGM Indonesia Sumatera Utara, Abdul Wahab Absam.

Sebagai Ketua PD PGM Indonesia Batubara, Ahmad Jaiz didampingi M. Safi’i sebagai Sekretaris dan Syufri sebagai Bendahara.

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Batubara Syafrizal ini mengusung tema,“Memantapkan Perjuangan PGM Indonesia untuk Mewujudkan Guru Madrasah yang Berkualitas, Sejahtera dan Bahagia.”

Wabup Syafrizal menyampaikan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjuangan besar bagi guru madrasah dalam menentukan arah masa depan pendidikan.

“PGM Indonesia harus menjadi lebih dari sekedar organisasi. Ini adalah wadah perjuangan untuk menempa kader-kader Islam masa depan yang bertanggung jawab, berintegritas, dan siap membangun bangsa melalui pendidikan madrasah,”ujarnya.

Syafrizal menyebut, guru madrasah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, PGM Indonesia dituntut tampil sebagai motor perubahan, bukan hanya menjaga tradisi pendidikan, tetapi juga menjawab tantangan zaman.

“PGM Indonesia harus jadi motor perubahan pendidikan madrasah di Batubara,”pintanya.

Selain itu, Wabup Syafrizal juga menekankan tiga agenda utama yang harus segera dijalankan pengurus baru.

Pertama, memperkuat soliditas organisasi, agar PGM Indonesia menjadi rumah besar yang kokoh bagi seluruh guru madrasah.

Kedua, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru, khususnya menghadapi era digital dan transformasi pendidikan.

Ketiga, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batubara dan Kementerian Agama demi menyukseskan pembangunan sektor pendidikan.

“Pemerintah Kabupaten Batubara meminta PGM Indonesia bisa menjadi inisiator gagasan dan teladan di tengah masyarakat,”pintanya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan pengurus bukanlah kehormatan semata, melainkan amanah besar yang menuntut dedikasi, kerja nyata dan keberanian mengambil peran strategis.

Pemerintah Kabupaten Batubara, lanjut Syafrizal, memberikan dukungan penuh terhadap setiap program PGM Indonesia yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Untuk itu, seluruh pengurus yang baru dilantik bisa langsung bekerja dan membuktikan komitmen dalam memajukan pendidikan.

“Selamat bertugas. Buktikan bahwa PGM Indonesia Batubara bukan hanya hadir, tetapi benar-benar memberi dampak bagi kemajuan pendidikan dan masa depan generasi kita,”tutupnya.(red01)

iklan