Gubsu Lantik 308 Pejabat, Jangan Ada Pungli dan Kompak Tanpa Menutupi Kesalahan

 Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution saat proses melantik 308 pejabat dilingkungan pemerintah setempat.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution melantik dan mengambil sumpah jabatan 308 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

Dalam kegiatan, Gubernur memberikan pesan tegas kepada para pejabat yang baru dilantik agar bekerja secara profesional dan menjauhi praktik pungutan liar maupun penyalahgunaan jabatan.

Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Senin (9/3/2026), dihadiri Wakil Gubernur Sumut (,Wagubsu) H.Surya, Penjabat Sekretaris Daerah Pemprov Sumut Sulaiman Harahap, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutan, Bobby menegaskan agar seluruh pejabat tidak melakukan “kerja tambahan” yang dapat merugikan organisasi, keluarga, maupun diri sendiri.

“Jangan ada kegiatan tambahan seperti pungli atau meminta uang dalam proyek. Mari kita rapikan dan tertibkan bersama agar kita terhindar dari tindakan yang merugikan diri kita sendiri,”tegasnya.

Bobby berharap roda organisasi di lingkungan Pemprov Sumut dapat berjalan lebih baik, solid, dan mampu meningkatkan kinerja pemerintahan.

Ia juga mengingatkan berbagai arahan terkait tugas dan tanggung jawab jabatan sebenarnya telah sering disampaikan dalam pelantikan sebelumnya. Karena itu, para pejabat diminta fokus menjalankan tugas sesuai arahan yang telah diberikan.

Menurut Bobby, saat ini masa kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur telah memasuki tahun kedua, sehingga pembahasan di tingkat OPD tidak lagi sekadar menyusun program, melainkan merealisasikan visi dan misi pembangunan daerah secara nyata.

Bobby turut menekankan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan kerja masing-masing OPD. Namun, ia mengingatkan kekompakan bukan untuk menutupi kesalahan.

“Kekompakan harus dijaga. Jangan saling menjelekkan, tetapi juga bukan berarti saling melindungi dari kejahatan,”ucapnya.

Ia meminta setiap OPD menciptakan lingkungan kerja yang sehat, kreatif, dan produktif, serta tidak mudah mengeluh dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Bobby bahkan mempersilakan pejabat yang merasa tidak nyaman atau tidak mampu menjalankan tugas untuk menyampaikan pengunduran diri secara terbuka.

“Kita punya target dan tujuan pembangunan. Bagi pejabat yang merasa kurang pas atau tidak nyaman, silakan sampaikan pengunduran diri,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung perubahan nama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Ia berharap lembaga tersebut dapat menjadi motor pengarah bagi OPD dalam merumuskan ide, inovasi, serta strategi pembangunan di Sumatera Utara.

“Pelantikan ini diharapkan memperkuat kinerja birokrasi serta mempercepat pembangunan di Provinsi Sumatera Utara,”tutupnya.

Total 308 pejabat yang dilantik terdiri dari,

11 pejabat pimpinan tinggi pratama, 117 pejabat administrator, 180 pejabat pengawas.

Sebelas pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik antara lain.

Ardan Noor – Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Sutan Tolang Lubis – Kepala Badan Pendapatan Daerah

Dikky Anugerah Panjaitan – Kepala Bapperida

Muhammad Ali Sipahutar – Sekretaris DPRD

Chandra Dalimunthe – Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya

Dedi Jaminsyah Putra – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral

Yuda Pratiwi Setiawan – Kepala Dinas Perhubungan

Fariz Haholongan Hutagalung – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Zulkifli – Kepala Biro Organisasi

Yoga Budi Pratama Irawan – Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa

Yulinda Elvi Nasution – Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Umum Haji Medan.(red01)