Agenda Hilirisasi Mineral Dikawal DPR, Proyek Smelter Inalum Mempawah Dipantau

Kawasan peleburan aluminium milik PT Inalum.(Foto. Istimewa)

BATUBARA l Ersyah.com l Proyek hilirisasi bauksit di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menjadi perhatian.

Komisi VI DPR RI turun langsung meninjau perkembangan pembangunan Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 yang dikelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Kunjungan kerja Wakil rakyat berlangsung di Pontianak pada 2026 tersebut menjadi bagian dari pengawasan terhadap implementasi kebijakan hilirisasi mineral yang tengah digenjot pemerintah.

Proyek pengolahan dan pemurnian bauksit di Kabupaten Mempawah yang dinilai strategis karena akan memperkuat rantai industri aluminium nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita mengatakan, pembangunan fasilitas pemurnian bauksit hingga produksi aluminium penting untuk membangun ekosistem industri aluminium yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kami optimistis integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina hingga pengolahan aluminium akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri aluminium global,”ujar Melati, Sabtu (14/3/2025) diterima ersyah.com.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo menyampaikan, DPR akan terus mengawal proyek strategis tersebut agar berjalan sesuai target.

Untuk itu, pengawasan terhadap pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit di Mempawah penting dilakukan untuk memastikan proyek hilirisasi benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.

“DPR ingin agenda hilirisasi tidak hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kemandirian industri nasional,”tegasnya.

Kunjungan DPR juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang berpotensi menghambat percepatan proyek, mulai dari aspek teknis, regulasi hingga dinamika pasar global.

Para wakil rakyat tersebut menilai sinergi antara legislatif, pemerintah dan BUMN industri menjadi kunci agar proyek hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah persaingan global.
“Kami di DPR akan terus mengawal proyek smelter ini,”pungkasnya.(red01)