
BATUBARA l Ersyah.com l Dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 2026, stabilitas harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Batubara menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan Satuan Reserse Kriminal Polres Batubara, ketersediaan dan harga 14 komoditas pangan utama terpantau dalam kondisi aman dan relatif stabil.
Kegiatan pengecekan dilakukan,Sabtu (28/3/2026) di Pasar Lima Puluh oleh tim Unit Ekonomi Sat Reskrim yang dipimpin Iptu Kriswanto. Langkah tersebut bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang lazim terjadi saat hari besar keagamaan.
Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas strategis seperti beras medium (Rp14.000/kg), gula pasir (Rp18.500/kg), hingga minyak goreng kemasan sederhana (Rp15.500/liter) masih berada di level harga normal.
Begitu pula dengan protein hewani seperti daging sapi (Rp125.000/kg), ayam broiler (Rp35.000/kg), dan telur (Rp38.000/kg) tidak mengalami kenaikan signifikan.
Komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih juga terpantau stabil di kisaran Rp34.000–Rp35.000 per kilogram.
Kondisi ini menunjukkan rantai distribusi pangan di daerah berjalan dengan baik, meskipun permintaan masyarakat meningkat.
Kasi Humas Polres Batubara, AKP P. Tamba, menyampaikan, kestabilan ini tidak terlepas dari koordinasi intensif antara aparat kepolisian dan instansi terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Sinergi difokuskan pada pengawasan distribusi serta pencegahan praktik penimbunan barang.
“Pemantauan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar di Idul Fitri,” ujarnya.
Secara ekonomi, stabilitas harga ini memberikan efek positif terhadap daya beli masyarakat. Dengan tidak adanya lonjakan harga signifikan, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.(mn)









