Ekonomi Kreatif Sumut Melesat, HAKI Gratis Jadi Andalan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan didampingi staf saat memberikan paparan saat temu pers.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong pelaku ekonomi kreatif agar naik kelas.

Gebrakan baru dari Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menghadirkan program fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) secara gratis.

Program ini bukan hanya bantuan administratif, tetapi menjadi tameng hukum sekaligus dorongan kuat agar produk kreatif lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, tahun 2026 ini pihaknya fokus memberikan perlindungan nyata bagi para kreator.

“HAKI ini adalah perlindungan hukum atas karya yang mereka ciptakan. Jadi pelaku ekonomi kreatif tidak perlu khawatir lagi terhadap potensi pembajakan atau penjiplakan,”kata Yuda Pratiwi Setiawan saat temu pers, Rabu (1/4/2026) di Kantor Gubernur Sumut.

Melalui program ini, para pelaku usaha dapat mendaftarkan karya mereka lewat Disbudparekraf Sumut. Prosesnya pun difasilitasi hingga ke Kementerian Hukum Republik Indonesia. Setiap karya akan melalui tahap validasi ketat, termasuk pemeriksaan global untuk memastikan keaslian dan menghindari duplikasi.

Bukan hanya itu, Pemprov Sumut juga memperkuat pembinaan melalui Taman Budaya Sumut. Beragam pelatihan digelar, mulai dari workshop seni hingga pelatihan perfilman yang dirancang untuk membangkitkan industri kreatif lokal.

“Tidak hanya pelatihan, kami juga siapkan event sebagai wadah unjuk karya. Harapannya, dunia perfilman Sumut bisa kembali bergeliat,”ujar Yuda.

Selain itu lanjut Yuda, pemerintah tengah mengkaji pembangunan creative hub di kawasan Sumut Sport Centre.

Fasilitas ini nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi titik singgah wisatawan.

“Berbagai upaya ini, Pemprov Sumatera Utara serius membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, melindungi karya, mengasah talenta, dan membuka peluang pasar yang lebih luas,”terangnya.(MY/red01)