Sumut Sistem Bisnis Digital Pertama di Indonesia, Untuk UMKM Bisa Ikut SDGs 

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap saat menyampaikan sambutan pada kegiatan konsultasi publik 

MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi memulai penyusunan sebuah “peta besar” Rancangan Aksi Daerah (RAD) SDGs 2026–2030, untuk pembangunan yang menentukan arah kemajuan daerah lima tahun ke depan.

Langkah itu terbuka lewat forum konsultasi publik yang digelar, Senin (6/4/2026) di Hotel Adimulia Medan.

Selain itu, Sumut juga membuat terobosan dengan meluncurkan Business Registration System (BRS) SDGs, sistem pendaftaran bisnis digital pertama di Indonesia yang menghubungkan langsung dunia usaha dengan target pembangunan berkelanjutan.

Dalam peluncuran itu Penjabat Sekretaris Daerah Sumut, Sulaiman Harahap menyampaikan, dokumen RAD SDGs bukan hanya “tumpukan kertas”.

“Ini adalah kompas pembangunan Sumut ke depan yang disusun berbasis data, analisis kuat, dan prinsip No One Left Behind. Tidak boleh ada yang tertinggal,”katanya.

Sulaiman mendorong semangat Build Forward Better konsep membangun daerah yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi tantangan, mulai dari bencana hingga tekanan ekonomi global.

“Melalui ini Sumut memasang target pertumbuhan ekonomi tembus 7,6%

Pendapatan per kapita capai Rp115,3 juta

Kemiskinan ditekan hingga di bawah 4%

Pengangguran turun ke 4,75%,”ucap Sulaiman.

Kepala Bapperida Sumut, Dikky Anugerah, menegaskan, SDGs ini menjadi “jantung” pembangunan daerah.

“Ini bukan lagi program tambahan. SDGs adalah kerangka utama yang menyatu dengan seluruh perencanaan pembangunan,”jelasnya.

Ditambahkan, kehadiran BRS SDGs menjadi kunci dan sistem ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumut, SDGs Center USU, dan JICA, untuk membuka jalan bagi pelaku usaha ikut ambil bagian secara nyata dan terukur.

“Hingga kini, 199 pelaku usaha telah bergabung. Targetnya, sebanyak 500 UMKM tumbuh di tahun 2026,”ungkapnya.

Sebagi contoh, Jepang dijadikan rujukan karena sukses mengintegrasikan praktik bisnis dengan pembangunan berkelanjutan dan Sumut tidak hanya standar ke tingkat lokal.

Konsultan JICA, Hisaaki Mitsui, menyebut langkah yang diambil sebagai terobosan yang bisa berdampak nasional.

“Ini bukan hanya untuk Sumut. Ini berpotensi jadi model bagi seluruh Indonesia,”tutupnya.

Acara turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan penting, mulai dari Bank Indonesia, OJK, Kadin, hingga pemerintah kabupaten/kota. (red01)