Isu Tambang Ilegal di Batubara Terbantah, Galian Dusun Sentosa Cetak Sawah Untuk Ketahanan Pangan

Warga menunjukkan hasil galian tanah ditimbunkan untuk membuka benteng percetakan sawah di Dusun Sentosa,Desa Pematang Nibung.(Ersyah/mn)

BATUBARA l Ersyah.com l Isu dugaan aktivitas tambang galian C ilegal di Dusun Sentosa, Desa Pematang Nibung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara akhirnya terjawab.

Hasil pengecekan langsung aparat kepolisian memastikan, kegiatan tersebut bukan tambang ilegal, melainkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk percetakan sawah rakyat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Kepastian ini disampaikan setelah Tim Satreskrim Polres Batubara turun langsung ke lokasi, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 16.00 Wib.

Dipimpin Kanit IV Sat Reskrim Ipda M. Alif Zhafar Ghali, tim melakukan penyelidikan menyusul beredarnya pemberitaan dugaan galian C ilegal.

“Benar ada kegiatan galian, namun itu untuk percetakan sawah rakyat melalui program CSR, dan hasil galian tidak diperjualbelikan,” ucap tim yang turun kelokasi.

Kepala Dusun Sentosa, Samsudin, juga membenarkan hal tersebut.

Ia menegaskan kegiatan itu murni untuk mendukung program ketahanan pangan dengan membuka lahan sawah baru bagi masyarakat. Ini membantu masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan warga Desa Pematang Nibung.

“Sepengetahuan saya tidak ada tanah yang dijual. Semua hasil galian dimanfaatkan untuk kebutuhan lokasi, termasuk penimbunan benteng,”ujarnya.

Senada disampaikan operator alat berat di lokasi yang memastikan tidak ada praktik jual beli tanah dari hasil galian tersebut.

“Gak ada dijual. Lihat sendiri lah hasil korekan di timbunkan ke bentengan sawah,”ucapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Batubara AKP P. Tamba mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar.

Menurutnya, informasi yang menyebut adanya tambang ilegal telah dipastikan keliru setelah dilakukan penyelidikan langsung.

“Tim sudah turun ke lapangan, dan jelas kegiatan itu adalah program cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan,” tegasnya.(mn)