
BATU BARA I Ersyah.com l Sebanyak 1.210,07 gram narkotika sabu dimusnahkan Polres Batubara, hasil pengungkapan jaringan sabu lintas daerah.
Kegiatan pemusnahan barang tersebut dipimpin Kapolres Batubara, AKBP Doly Nelson HH Nainggolan didampingi Kasat Narkoba, AKP Arifin Purba,Senin (13/4/2026) dalam press release di Mapolres Batubara.
Turut menyaksikan, sejumlah pejabat lintas instansi, Kepala BNNK Batubara AKBP Arnis Syafni Yanti, perwakilan Kejaksaan Samuel Pangaribuan , hingga unsur Polda Sumut Dr Supiyani dan undangan lainnya.
Dari total barang bukti sabu berat 1.462,94 gram bruto dan 1.314,97 gram netto, sebagian besar dimusnahkan. Sisanya diamankan untuk kepentingan persidangan dan pengujian laboratorium.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Minggu (12/4/2026) terkait aktivitas mencurigakan peredaran sabu di wilayah Desa Ujung Kubu, Kecamatan Nibung Hangus.
Tidak butuh waktu lama, Tim Satres Narkoba langsung bergerak. Sebuah mobil Toyota Agya BK 1180 VA yang dicurigai membawa narkotika dibuntuti ketat sejak dari wilayah Batubara hingga memasuki jalur tol.
Pengejaran berakhir di Gerbang pintu Tol Amplas, Medan.
Di lokasi itu, dua pelaku AW (27) dan MJ (50) langsung diamankan tanpa perlawanan.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tas ransel berisi sabu yang dikemas rapi dalam bungkus teh hijau bertuliskan Refined Chinese Tea, modus yang kerap digunakan jaringan narkoba untuk mengelabui aparat.
Hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku mengaku hanya berperan sebagai kurir yang akan mengirim sabu ke Provinsi Riau melalui jalur transportasi bus.
Mereka dijanjikan bayaran sebuah iming-iming sebesar Rp5 juta per kilogram.
Barang bukti yang disita diperkirakan bernilai hingga Rp2 miliar di pasar gelap narkotika, dengan potensi merusak hingga 40.000 jiwa jika sempat beredar.
Kedua pelaku dijerat pasal berat, Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) serta Pasal 609 KUHP UU No. 1 Tahun 2023 tentang narkotika.
Kasat Resnarkoba AKP Arifin Purba menegaskan pengungkapan kasus tersebut bukan akhir, melainkan bukti dari pemburuan jaringan peredaran narkoba.
“Pengembangan terus dilakukan. Kami tidak akan berhenti sampai jaringan ini benar-benar terputus,”tegasnya.(mn)









