
BATUBARA l Ersyah.com l Situasi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Batubara belum sepenuhnya aman. Hasil monitoring yang diperiksa di 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh Sat Intelkam Polres Batubara mengungkap fakta yang lebih tajam, di balik kondisi yang kondusif, di sejumlah SPBU mulai menunjukkan tanda-tanda kekeringan stok pada jenis BBM tertentu.
Keterbatasan pasokan akibat distribusi yang belum tiba dari depo.
Kapolres Batu Bara melalui Kasi Humas AKP P. Tamba mengungkapkan, pengawasan dan pengecekan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan sekaligus mencegah penyalahgunaan BBM subsidi di tengah disparitas harga yang cukup tinggi.
Monitoring mencakup 14 SPBU strategis di berbagai kecamatan seperti, SPBU Simpang 4 Desa Lalang, Tanjung Tiram, Pertalite (11.320 L) dan Solar (7.510 L) tersedia cukup, namun Pertamax Turbo kosong.
SPBU Desa Perjuangan, Sei Balai, Pertalite mendominasi (15.100 L), sementara Bio Solar relatif terbatas (2.390 L).
SPBU Desa Binjai Baru, Datuk Tanah Datar, stok Pertalite tertinggi (35.006 L), Dexlite (7.100 L) juga aman.
SPBU Desa Petatal, Datuk Tanah Datar, Pertax Turbo cukup tinggi (9.505 L), namun Pertamax hanya tersisa 1.080 L.
Kemudian, SPBU Desa Durian, Sei Balai, Pertamax melimpah (16.858 L), tetapi Solar sangat terbatas (1.803 L).
SPBU Simpang Kopi, Sei Suka, Pertamax kosong, namun Pertalite (20.300 L) dan Bio Solar (7.500 L) masih tersedia.
SPBU Tanjung Seri, Laut Tador, Bio Solar kosong, Dexlite cukup tinggi (9.500 L).
SPBU Sipare-pare, Air Putih, Bio Solar nihil, stok lainnya relatif aman.
SPBU Suka Raja, Air Putih, Pertalite (23.000 L) dan Pertamax (13.000 L) cukup tinggi.
SPBU Pakam Raya, Medang Deras, Pertamax (25.130 L) dan Dexlite (18.725 L) melimpah.
Selanjutnya, SPBU Pagurawan, Medang Deras, Bio Solar sangat minim, hanya 250 liter.
SPBU Simpang Gambus, Lima Puluh, Stok cenderung stabil meski tidak besar.
SPBU Sumber Padi, Lima Puluh, Pertalite (19.000 L) mencukupi kebutuhan masyarakat.
Terakhir, SPBU Pulau Sejuk, Datuk Lima Puluh, hanya menyediakan Pertalite (22.000 L) dan Pertamax (11.000 L).
Meski terdapat beberapa SPBU dengan stok terbatas, pihak kepolisian memastikan belum ada antrean panjang di lapangan. Aktivitas masyarakat masih berjalan normal tanpa gejala panic buying.
“Keterbatasan stok di beberapa SPBU lebih disebabkan keterlambatan distribusi dari depo, bukan karena lonjakan konsumsi,” jelas AKP Tamba.
Dalam pengecekan, Polres Batubara juga mengidentifikasi potensi penyalahgunaan BBM subsidi. Selisih harga yang tinggi antara BBM subsidi dan non-subsidi dinilai rawan dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.
Pengawasan ketat terus dilakukan, termasuk penjagaan dan pengawalan distribusi di SPBU guna memastikan penyaluran tepat sasaran.
Selain itu, Polres Batubara juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan BBM yang beredar di media. Kepanikan justru berpotensi memicu lonjakan permintaan yang tidak perlu.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jika terjadi panic buying, dampaknya bisa luas, mulai dari antrean panjang hingga kekosongan stok,”tutupnya.(mn)









