Ekonomi Hijau-Biru Janji Gubernur Sumut, Publik Tunggu Bukti

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution saat pertemuan dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia membahas konsep ekonomi hijau dan biru.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution merancang agenda ekonomi hijau dan biru dengan menggandeng Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YCKI). Kolaborasi tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tetap menjaga keberlanjutan lingkungan di Sumut.

Program tersebut merupakan bagian dari prioritas utama Bobby, khususnya pada pengembangan ekonomi berbasis keberlanjutan.

Ekonomi hijau menitikberatkan pada energi terbarukan, industri rendah emisi, dan teknologi ramah lingkungan.

Sementara ekonomi biru fokus pada pengelolaan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, termasuk konservasi laut dan pemanfaatan sumber daya air yang terukur.

Dalam pertemuan, Jumat (24/4/2026), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Bobby menyebut dorongan pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan keseimbangan ekosistem.

Ia mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah memastikan pemanfaatan sumber daya alam tetap sejalan dengan kelangsungan hidup manusia, flora, dan fauna.

“Pemerintah hadir saat keseimbangan itu terganggu. Kita bicara ekonomi, tetapi juga keberlangsungan hidup,”katanya.

Atas program ekonomi hijau-hiru janji Gubernur Sumut tersebut, publik tunggu bukti.

Dari sisi implementasi, YCKI mengklaim telah berkontribusi dalam sejumlah program strategis.

Sejak 2000, organisasi ini terlibat dalam pembentukan Taman Nasional Batang Gadis serta mendampingi sekitar 800 petani sawit memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Wakil Presiden Program YCKI, Fitri Hasibuan, menegaskan, pihaknya menargetkan 2.000 petani sawit tersertifikasi RSPO pada tahun depan. Selain itu, program pemulihan ekosistem yang telah mencakup 500 hektare akan diperluas menjadi 1.000 hektare, dengan fokus pada kawasan terdampak bencana.

Pertemuan turut dihadiri Senior Director Sustainable Palm Oil di Conservation International, Melissa Thomas, serta jajaran OPD dan pemangku kepentingan lingkungan lainnya.(red01)