
BATUBARA l Ersyah.com l Hasil monitoring personil Polres Batubara terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi distribusinya di wilayah hukum Kabupaten Batubara, Rabu (29/4/2026), masih terkategori aman.
Kapolres Batubara melalui Kasi Humas AKP P. Tamba menjelaskan, pemantauan dan cek langsung yang dilakukan Sat Intelkam menunjukkan secara umum stok BBM di berbagai SPBU masih dalam kondisi mencukupi. Namun, ditemukan ketimpangan distribusi yang menyebabkan beberapa jenis BBM mengalami kekosongan di sejumlah titik.
Dari 14 SPBU yang dimonitor, terlihat variasi signifikan dalam ketersediaan BBM. Misalnya, di SPBU Simpang 4 Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, stok Pertamax tercatat kosong, sementara Pertalite mencapai 24.000 liter dan Solar 21.000 liter.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa lokasi lain, seperti di Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, di mana Pertamax dan Solar sama-sama kosong.
Sementara itu, SPBU di wilayah yang sama menunjukkan kondisi berbeda, di Desa Petatal, stok relatif lebih berimbang meski Solar hanya tersisa 899 liter, angka yang tergolong rendah dibandingkan jenis BBM lainnya.
Kekosongan Bio Solar juga menjadi perhatian utama. Beberapa SPBU seperti di Desa Perjuangan (Sei Balai) dan Suka Raja (Air Putih) tercatat tidak memiliki stok Bio Solar sama sekali.
Menurut hasil koordinasi dengan pengelola SPBU, ketidakseimbangan ini disebabkan keterlambatan distribusi dari Pertamina melalui depot di Labuhan Belawan. Gangguan ini berdampak langsung pada pasokan BBM, terutama jenis subsidi seperti Bio Solar dan Pertalite.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan distribusi saat ini sudah mulai kembali berjalan secara bertahap, sehingga diharapkan pasokan akan segera stabil dalam beberapa hari ke depan.
Di tengah dinamika pasokan tersebut, kondisi di lapangan terpantau tetap kondusif.
“Hasil monitoring tidak ditemukan antrean panjang kendaraan di SPBU, dan aktivitas pengisian BBM berlangsung normal. Hal ini mengindikasikan bahwa belum terjadi kepanikan atau lonjakan permintaan yang signifikan dari masyarakat,”terang AKP P. Tamba.
Menurutnya, secara keseluruhan, hasil monitoring diwilayah Kabupaten Batuara tidak mengalami kelangkaan BBM. Permasalahan yang terjadi lebih mengarah pada keterlambatan distribusi dan disparitas stok antar-SPBU, khususnya untuk BBM subsidi.
“Kepolisian terus melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,”tutupnya.(mn)









