
ASAHAN l Ersyah.com l Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Asahan mulai mematangkan langkah pembangunan Gerai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pusat perdagangan dan ruang publik baru yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu terlihat saat Penyerahan Laporan Akhir Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) pembangunan kawasan tersebut berlangsung di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, Senin (11/5/2026).
Kegiatan itu dihadiri Bupati Taufik Zainal Abidin Siregar didampingi Wakil Bupati Rianto, Sekretaris Daerah Zainal Arifin Sinaga, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tim peneliti dari Universitas Asahan yang dipercaya menyusun kajian tersebut.
Ketua tim peneliti, Dr. Anil Hakim S menyebut, lokasi pembangunan memiliki nilai ekonomi strategis karena berada di kawasan eks HGU PT BSP di Jalur Lintas Sumatera. Area itu juga berdekatan dengan Masjid Agung H Achmad Bakrie Kisaran serta jalur rel Kereta Api Kisaran.
“Lokasi ini sangat tepat untuk pengembangan pusat UMKM dan pusat bisnis. Akses transportasi mudah, lalu lintas ramai, dan berada di pusat pergerakan masyarakat,”ujarnya.
Secara ekonomi, proyek ini dinilai bukan hanya pembangunan kios perdagangan biasa. Pemerintah daerah mulai mengarahkan kawasan tersebut menjadi pusat ekonomi terpadu yang menggabungkan aktivitas bisnis, ruang publik, hingga fasilitas olahraga untuk menciptakan perputaran ekonomi baru di pusat kota Kisaran.
Bupati Taufik menyambut baik konsep pembangunan ekonomi berkelanjutan dan menegaskan, Gerai UMKM nantinya akan menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus instrumen memperluas pasar pelaku usaha lokal.
“Kami berharap hasil penelitian ini segera diwujudkan. Gerai ini menjadi pusat promosi dan pemasaran produk unggulan Asahan agar semakin dikenal, baik di dalam maupun luar daerah,” katanya.
Langkah tersebut juga dibarengi dengan strategi peningkatan kualitas produk. Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan hanya produk UMKM yang telah memiliki merek, kemasan yang baik, dan pencitraan bagus akan dipasarkan di kawasan itu.
Pemerintah mendorong transformasi UMKM dari usaha tradisional menuju usaha yang mampu bersaing di pasar modern.
Selain membuka peluang usaha baru, pembangunan kawasan ini diproyeksikan memberi efek berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi daerah, mulai dari meningkatnya aktivitas perdagangan, tumbuhnya lapangan kerja baru, hingga potensi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Konsep kawasan ekonomi terpadu Kabupaten Asahan kita siapkan untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya menguntungkan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi simbol transformasi ekonomi lokal,”tutupnya.(PMN10)









