
BATUBARA l Ersyah.com l Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Batubara terpantau relatif stabil.
Hasil monitoring Sat Intelkam Polres Batubara,Kamis (14/5/2026) menunjukkan stok BBM secara umum masih mencukupi, sementara harga sembako di pasar tradisional belum mengalami perubahan signifikan dibanding hari sebelumnya.
Kapolres Batubara melalui Kasi Humas AKP P. Tamba menjelaskan, pemantauan dilakukan di sejumlah SPBU dan pasar tradisional guna memastikan distribusi energi serta kebutuhan pokok masyarakat berjalan normal.
Berdasarkan hasil monitoring di 14 SPBU yang tersebar di wilayah Kabupaten Batubara, mayoritas stok BBM masih dalam kondisi aman, terutama untuk jenis Pertalite dan Pertamax.
SPBU dengan stok Pertalite terbesar tercatat berada di SPBU Desa Durian, Kecamatan Sei Balai, mencapai 43.751 liter. Sementara stok Dexlite tertinggi berada di SPBU Pakam Raya, Kecamatan Medang Deras, sebanyak 16.553 liter.
Namun demikian, terdapat beberapa SPBU yang mengalami kekosongan sementara pada jenis BBM tertentu, khususnya Bio Solar dan Solar subsidi. Kondisi ini dipengaruhi keterlambatan distribusi dari Depot Pertamina Pelabuhan Belawan.
Meski begitu, pihak kepolisian memastikan distribusi mulai berjalan kembali secara bertahap sehingga tidak menimbulkan antrean panjang kendaraan di SPBU.
“Secara umum tidak terjadi kelangkaan BBM di Kabupaten Batubara. Yang terjadi hanya keterlambatan distribusi dan disparitas stok pada beberapa SPBU, terutama untuk BBM subsidi jenis Bio Solar,”jelas AKP P. Tamba.
Aktivitas pengisian BBM di seluruh SPBU juga dilaporkan berjalan normal dan situasi keamanan tetap kondusif.
Selain BBM, monitoring juga dilakukan terhadap harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Hasil pemantauan menunjukkan harga sembako masih stabil dan terkendali.
Harga beras premium tercatat Rp15.500 per kilogram, sedangkan beras medium berada di angka Rp14.000 per kilogram. Gula pasir dijual Rp19.500 per kilogram dan minyak goreng Minyakita Rp15.500 per liter.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi bertahan di Rp125.000 per kilogram, daging ayam broiler Rp25.000 per kilogram, dan telur ayam broiler Rp38.000 per papan.
Sementara itu, harga cabai merah berada di kisaran Rp34.000 per kilogram dan bawang merah lokal Rp45.000 per kilogram. Sejumlah sayuran segar seperti kangkung, sawi hijau, dan kol juga masih berada pada harga normal.
Pihak kepolisian mencatat tidak ada perubahan harga signifikan dibanding pemantauan pada 13 Mei 2026.
Pasar disebut masih menunjukkan tren stabil dengan fluktuasi ringan pada komoditas sayuran segar.
Stabilnya harga sembako dinilai menunjukkan distribusi barang kebutuhan pokok masih berjalan lancar di wilayah Kabupaten Batubara.
Hingga saat ini juga belum ditemukan indikasi kelangkaan bahan pokok di pasar tradisional.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan normal, ditopang pasokan energi dan kebutuhan pangan yang memadai.(mn)









