Di Hadapan 25 Ribu Suporter, Indonesia Libas Vietnam, di Stadion Utama Sumut 

Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat berlari merayakan kemenangan atas Vietnam 2-1, di Stadion Utama Sumatera Utara.(Foto. Diskominfo Sumut)

DELISERDANG l Ersyah.com l Stadion Utama Sumatera Utara akhirnya merasakan malam yang selama ini dinantikan.

Untuk pertama kalinya sejak berdiri, stadion berkapasitas 25.750 penonton itu penuh sesak dan bergemuruh saat Timnas Indonesia U-19 menaklukkan Vietnam 2-1 dilaga Piala AFF U-19, Minggu (7/6/2026) malam.

Puluhan ribu suporter yang memadati tribun menjadi saksi kemenangan dramatis Garuda Muda yang ditentukan lewat gol penalti pada menit-menit akhir pertandingan.

Euforia dilaga itu disaksikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution.

Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung tampil menekan. Dukungan tanpa henti dari tribun membuat para pemain tampil penuh percaya diri hingga berhasil mengamankan keunggulan 1-0 pada babak pertama.

Vietnam tidak menyerah begitu saja. Tim berjuluk Golden Star Warriors itu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di pertengahan babak kedua dan sempat membuat stadion terdiam.

Namun Garuda Muda menunjukkan mental juara. Saat pertandingan memasuki fase krusial, Indonesia mendapatkan hadiah penalti.

Evandra yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya dengan dingin untuk mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus memastikan kemenangan Indonesia.

Gol tersebut sontak memicu ledakan emosi di seluruh penjuru stadion. Ribuan suporter berdiri, berteriak, dan mengibarkan bendera Merah Putih. Stadion Utama Sumut berubah menjadi lautan merah yang merayakan kemenangan Indonesia.

Di tribun kehormatan, Bobby Nasution tak kalah ekspresif. Ia beberapa kali berdiri dari kursinya saat Indonesia menciptakan peluang berbahaya. Ketika gol kemenangan tercipta, Bobby ikut larut dalam kegembiraan bersama puluhan ribu penonton.

“Luar biasa, ribak sude,”ucap Bobby usai pertandingan.

Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto menyebut kemenangan atas Vietnam menjadi bukti perkembangan positif yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang turnamen.

“Saya senang melihat progres para pemain. Perkembangannya sangat baik selama kompetisi dan sekarang kami fokus menghadapi semifinal,”kata Nova.

Sementara itu, Pelatih Vietnam Yutaka Ikeuchi mengakui atmosfer Stadion Utama Sumut menjadi salah satu faktor yang memberi tekanan kepada timnya.

“Kami tahu atmosfer di kandang Indonesia sangat kuat. Para pemain sudah berusaha maksimal, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan,”ujarnya.

Bagi masyarakat Sumatera Utara, kemenangan itu lebih dari hasil pertandingan. Dukungan yang kuat menjadi saksi kemenangan Garuda Muda atas rival kuat Asia Tenggara.(MY/red01)