
MEDAN l Ersyah.com l Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menyiapkan insentif tambahan bagi kepala desa (Kades) yang lulus dan mengantongi sertifikat Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
Langkah itu untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan penyelamatan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Menurut Bobby, rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut sepanjang akhir 2025 menjadi pelajaran penting bahwa aparatur desa harus memiliki kemampuan dasar dalam penanganan kondisi darurat. Banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah saat itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan yang luas.
“Kita akan beri insentif kepada kepala desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat Pelatihan Pertolongan di Permukaan Air Basarnas. Kalau kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana, paling tidak kita harus mampu menyelamatkan jiwa,”kata Bobby saat membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Basarnas, Selasa (9/6/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan.
Bobby, efektivitas pelatihan kebencanaan telah terbukti di lapangan. Ia mencontohkan salah satu wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak parah banjir dan longsor pada akhir 2025. Meski lebih dari separuh wilayahnya mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa.
“Lebih dari setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Sementara daerah lain yang berdekatan banyak warganya meninggal dunia. Saat saya tanya, kepala desanya mengaku pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkan ilmu tersebut saat bencana terjadi,”ucap Bobby.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohammad Syafii menyebut, penanganan kedaruratan bencana tidak mungkin dilakukan Basarnas seorang diri. Dengan jumlah personil yang terbatas, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami sadar tidak bisa bekerja sendiri. Personil Basarnas saat ini hanya sekitar 6.500 orang, sementara kebutuhan ideal untuk seluruh Indonesia mencapai 29.000 personil. Karena itu kami terus membangun sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga perangkat desa yang menjadi ujung tombak penanganan kondisi darurat,”ungkapnya.
Pelatihan itu turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Kepala Pusat Pelatihan SDM Basarnas Anggit Mulyo Santoso, serta Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah.
Hadir juga perwakilan bupati dan wali kota se-Sumut, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, serta unsur Basarnas RI.(MY/red01)









