
MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kementerian Perhubungan mempercepat persiapan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) agar proyek strategis nasional (PSN) tersebut dapat beroperasi penuh sesuai target pada 2027.
Pembahasan mencakup pembangunan fisik, kelembagaan, regulasi, hingga skema pembiayaan untuk mendukung transportasi publik modern dan terintegrasi di kawasan Mebidang.
Rapat dipimpin Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap dan dihadiri Advisor Ditjen Perhubungan Darat untuk MASTRANS Danang Parikesit, Rabu (10/5/2026) di Kantor Gubernur Sumut.
“Pemprov Sumut mendukung proyek BRT Mebidang sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi publik perkotaan yang modern, terintegrasi serta ramah lingkungan,”ujar Sulaiman.
BRT Mebidang direncanakan mulai beroperasi tahun ini menggunakan armada bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.
Tahap awal, layanan mencakup 12 koridor, terdiri dari 10 koridor di Kota Medan dan dua koridor lintas daerah yang dikelola Pemprov Sumut bersama Kemenhub.
Dua koridor tersebut melayani rute Binjai-Medan-Carrefour serta Lubukpakam-Amplas-Simpang Pelangi.
“Kehadiran BRT diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di kawasan Mebidang,”ucap Sulaiman.
Untuk pengelolaan awal, operasional BRT akan ditangani Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Sumut. Pemprov juga membuka peluang keterlibatan PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) dalam pengembangan proyek.
Sementara itu, Danang Parikesit menyebut pembangunan fisik proyek Sistem Transportasi Massal Perkotaan (Mastran Project), termasuk halte dan jalur koridor, telah berjalan. Namun, sejumlah aspek seperti kelembagaan, regulasi, dan pembiayaan masih perlu dimatangkan karena operasional BRT melibatkan Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai, dan Pemkab Deliserdang.(MY/red01)









