
DELISERDANG l Ersyah.com l Harapan Timnas U-19 Indonesia untuk melangkah ke partai puncak Piala AFF U-19 2026 harus pupus setelah takluk tipis 0-1 dari Australia pada laga semifinal yang berlangsung,Kamis malam (12/6/2026) di Stadion Utama Sumatera Utara.
Garuda Muda sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Anak asuh Nova Arianto tampil disiplin dan beberapa kali mampu meredam tekanan Australia.
Namun, konsentrasi yang sempat terjaga selama hampir 90 menit runtuh pada akhir babak kedua saat Australia mencetak gol penentu kemenangan.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Indonesia tampil cukup kompetitif di hadapan lebih dari 22.000 suporter yang memadati stadion.
Dukungan penuh publik juga hadir dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Meski gagal mencapai final, Erick Thohir menilai kualitas pemain Indonesia tidak kalah dari lawannya.
Menurutnya, faktor pengalaman bertanding di level internasional masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi skuad muda Merah Putih.
“Kalau kualitas sebenarnya saya yakin pemain kita enggak kalah, cuma mungkin kembali ke jam terbang yang perlu ditambah, tetapi ini bagus untuk persiapan mereka ke AFC.”ucap Erick.
Sementara itu, Nova Arianto menegaskan bahwa pertandingan melawan Australia menjadi pelajaran penting bagi perkembangan tim.
Ia menilai para pemain menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang turnamen, meski masih harus meningkatkan fokus dalam momen-momen krusial.
“Pertandingan yang luar biasa dan progres pemain terus meningkat. Di level ini saya katakan kepada anak-anak jangan kehilangan fokus sedikit saja, tetapi ini pelajaran yang baik bagi pemain.”katanya.
Kekalahan dari Australia memaksa Indonesia mengalihkan fokus ke laga perebutan peringkat ketiga.
Garuda Muda akan menghadapi Kamboja yang sebelumnya menyerah 0-3 dari Thailand pada semifinal lainnya.
Laga perebutan posisi ketiga dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara pada Sabtu (13/6/2026).
Bagi Indonesia, pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir untuk menutup turnamen dengan hasil positif sekaligus menjaga kepercayaan diri jelang menghadapi kompetisi tingkat Asia.(MY/red01)









