
BATUBARA l Ersyah.com l Anggota DPRD Kabupaten Batubara Daerah Pemilihan (Dapil) I melakukan Reses Tahap II di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lima Puluh, Senin (15/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lima Puluh, Adri Aulia Harahap, Kepala Desa Sumber Makmur beserta perangkat desa, serta unsur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Agenda reses tersebut, rombongan DPRD bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan peninjauan lapangan ke kawasan pintu Tol Lima Puluh.
Lokasi yang ditinjau merupakan aset yang saat ini masih berada dalam pengelolaan pihak jalan tol dan sedang berproses untuk dialihkan kepemilikannya kepada Balai Wilayah Jalan.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperjuangkan pemanfaatan lahan strategis di depan pintu tol agar dapat digunakan sebagai pusat kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya bagi masyarakat Desa Sumber Makmur dan Kecamatan Lima Puluh secara umum.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sumber Makmur bersama Pemerintah Kecamatan Lima Puluh dan LPM telah mengkaji potensi lokasi tersebut.
Posisi lahan yang berada tepat di akses keluar masuk jalan tol dinilai sangat strategis untuk dikembangkan menjadi pusat pemasaran produk-produk unggulan daerah, terutama kuliner khas Batubara dan berbagai produk ekonomi kreatif masyarakat.
“Lokasi ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Apabila dapat dimanfaatkan untuk sentra UMKM, maka akan menjadi peluang besar bagi masyarakat dalam memasarkan produk-produk unggulan sekaligus mendukung program pemerintah pusat dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan,”kata Ketua Tim reses, M Safi’i saat meninjau lokasi.
Pemerintah Desa Sumber Makmur bahkan telah menyiapkan konsep pengembangan kawasan melalui kajian konsultan.
Dalam rancangan tersebut, lahan akan dilengkapi dengan area marketplace dan sejumlah bangunan yang dapat dimanfaatkan sebagai lapak bagi para pelaku UMKM.
Potensi kuliner dan usaha mikro yang dimiliki Desa Sumber Makmur dinilai cukup besar. Kehadiran sentra UMKM di kawasan pintu tol diharapkan mampu menjadi etalase produk lokal yang dapat menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di Kabupaten Batu Bara.
Sejumlah anggota DPRD yang melakukan peninjauan lokasi menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut dan berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Jalan dan pengelola jalan tol.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan ini demi kepentingan ekonomi rakyat. DPRD akan mengawal proses ini agar dapat terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”ucap Safi’i.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, pengembangan kawasan UMKM di pintu Tol Lima Puluh juga dipandang memiliki nilai strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tengah tantangan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, penggalian potensi ekonomi lokal menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kemandirian daerah.
Camat Lima Puluh Adri Aulia Harahap menilai, apabila terealisasi kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Lima Puluh, tetapi juga dapat menjadi ikon promosi produk unggulan Kabupaten Batubara.
“Ini tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,”sebut Camat.(red01)









