Lapas Labuhan Ruku Cetak Warga Binaan Mandiri Lewat Ketahanan Pangan

Peternakan ayam petelur yang dilakukan warga binaan Lapas Klas IiA Labuhan Ruku.(Foto. Humas lapas LR)

BATUBARA l Ersyah.com l Program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat terus diimplementasikan di berbagai lembaga pemasyarakatan.

Salah satunya di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, yang memberdayakan warga binaan melalui kegiatan peternakan dan pertanian produktif.

Langkah transformasi kawasan pemasyarakatan itu mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, terhadap pengembangan kawasan sebagai sentra ketahanan pangan dan pusat pembinaan kemandirian warga binaan.

Di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan berbagai sektor usaha produktif, mulai dari peternakan ayam petelur, bebek, kambing, budidaya ikan lele, hingga pengembangan lahan tanaman sayuran.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan menyebut, program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian dan peternakan merupakan bagian dari implementasi program nasional yang dicanangkan pemerintah.

“Kami menjalankan program ini untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. Di sisi lain, kegiatan ini juga membantu memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan lapas,”,kata Hamdi, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, pembinaan berbasis ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi sarana rehabilitasi sosial bagi warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, mereka dilatih untuk memiliki tanggung jawab, disiplin, kemampuan bekerja sama, serta memahami dasar-dasar pengelolaan usaha.

“Setiap warga binaan yang terlibat diajarkan manajemen usaha, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Nilai-nilai ini sangat penting sebagai bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Program yang dijalankan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendukung program nasional ketahanan pangan.

“Kami berkeinginan saudara-saudara kami yang ada di lapas ini berguna dan dapat lebih siap, produktif, dan mandiri saat kembali menjalani kehidupan di masyarakat,”tutup Hamdi.(red01)