BATUBARA l Ersyah.com l PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali menggelar kompetisi jurnalistik IN-Journal 2026 dengan tema “Menulis Jejak untuk Bumi”.
Melalui ajang ini, perusahaan menantang para jurnalis di Sumatera Utara untuk menghadirkan karya-karya yang tajam, berbasis data, dan mampu mengungkap berbagai persoalan lingkungan yang selama ini luput dari perhatian publik.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi insan pers untuk mengangkat isu-isu strategis seperti kerusakan ekosistem, konservasi alam, hingga keberlanjutan lingkungan melalui karya jurnalistik yang mendalam dan berdampak.
Tahun ini, peserta dapat memilih empat subtema utama, yakni Danau Toba dan Upaya Memulihkan Alam, Mangrove, Benteng Sunyi di Pesisir, Menjaga Kehidupan dari Hutan hingga Pantai, serta Catatan Konservasi untuk Generasi Mendatang.
Head of Corporate Communication PT Inalum, Utrich Farzah menegaskan, media memiliki peran penting dalam mengawal isu lingkungan sekaligus membangun kesadaran publik terhadap ancaman kerusakan alam yang terus terjadi.
“Melalui IN-Journal, kami ingin mendorong lahirnya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membuka ruang diskusi publik mengenai konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Pers memiliki posisi strategis dalam menyuarakan berbagai persoalan yang berdampak pada masa depan bumi,” ujar Utrich, Kamis (25/6/2026).
Kompetisi terbuka bagi jurnalis media cetak dan online yang berdomisili atau aktif bertugas di Sumatera Utara. Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya yang telah dipublikasikan pada periode 8–30 Juni 2026.
Untuk menjaga independensi penilaian, seluruh karya akan dinilai tiga dewan juri menggunakan sistem blind review atau penilaian anonim.
Inalum menyiapkan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang, dengan rincian Juara I sebesar Rp3 juta, Juara II Rp2 juta, dan Juara III Rp1,5 juta. Sementara Juara Harapan I dan II masing-masing memperoleh Rp1 juta.
Inalum berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu mengungkap fakta, mengawal isu lingkungan, serta mendorong lahirnya kepedulian publik terhadap upaya pelestarian alam di Sumatera Utara dan Indonesia.(red01)










