Lapas Labuhan Ruku Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif

Warga binaan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku saat mengolah lahan di lingkungan lapas untuk menanam sayur sayuran.(Foto.Humas lapas LR)

BATUBARA l Ersyah.com l Keterbatasan lahan tak menjadi penghalang bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, untuk mewujudkan program ketahanan pangan.

Memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tersedia di dalam lingkungan lapas, pihak lembaga menyulap area terbatas menjadi kebun produktif sekaligus sarana pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Dr. Hamdi Hasibuan mengatakan, program tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan sayuran di dalam lapas, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Kami membina warga binaan melalui program ketahanan pangan dan pelatihan keterampilan. Lahan yang ada kami manfaatkan untuk bercocok tanam agar mereka memiliki kemampuan yang bisa digunakan saat kembali ke masyarakat,”kata Hamdi kepada ersyah.com, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, para WBP dilibatkan langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman.

Selain memperoleh pengetahuan dasar di bidang pertanian, mereka juga dibentuk untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja.

“Hasil panen berbagai jenis sayuran dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam lapas, sehingga program itu tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan produktivitas lingkungan pemasyarakatan,”ujar Hamdi

Ia juga menegaskan, pembinaan melalui sektor pertanian dan pelatihan kerajinan merupakan bagian dari Lapas Labuhan Ruku mencetak warga binaan yang mandiri dan siap berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Kami berharap keterampilan yang mereka peroleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi modal untuk membuka usaha atau mendapatkan pekerjaan yang layak setelah bebas. Tujuannya agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif,”ucapnya.

Hamdi,program yang berjalan secara berkelanjutan atas keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Justru dari lahan yang sempit, kita mampu menghadirkan manfaat nyata bagi ketahanan pangan sekaligus mendidik para warga binaan.(mn)