Lapas Labuhan Ruku Gembleng Warga Binaan Lewat Budidaya Lele

Warga binaan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara saat memisahkan ikan lele kecil dan besar di kolam lingkungan lapas.(Foto. Humas Lapas LR)

BATUBARA l Ersyah.com l Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku Kabupaten Batubara dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif terus dibuktikan.

Melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), program budidaya ikan lele, memasuki tahap krusial, yakni pembersihan kolam dan penyortiran ukuran ikan, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan  dipimpin langsung Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Pantas Parulian Simanjuntak, bersama jajaran staf bimbingan kerja.

Tahapan ini menjadi bagian untuk menjaga kualitas air kolam, mempercepat pertumbuhan ikan, sekaligus mencegah kanibalisme yang kerap terjadi akibat perbedaan ukuran lele.

Menariknya, seluruh proses melibatkan narapidana pekerja (Tamping) yang bertugas di bidang perikanan. Mereka tidak hanya membantu pekerjaan teknis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai manajemen budidaya ikan air tawar secara profesional.

Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan dan siap membuka usaha setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kegiatan pembersihan kolam dan penyortiran ikan lele ini merupakan bagian dari pembinaan kami kepada warga binaan dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya di sektor perikanan. Praktik langsung, untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai siklus budidaya ikan, sehingga saat kembali ke masyarakat mereka memiliki bekal keterampilan untuk hidup mandiri dan produktif,” ujar Kasi Giatja, Pantas Parulian Simanjuntak.

Menurutnya, di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berperan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan warga binaan agar mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti.

“Kita ingin para warga binaan setelah bebas bisa kembali ke masyarakat dan produktif,”tutupnya.(mn)