
MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur tahun 2026.
Sebanyak 41 proyek fisik telah memasuki tahap pelaksanaan, terdiri atas 7 Proyek Strategis Daerah (PSD) dan 34 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunte menjelaskan, pembangunan terus dipercepat agar sesuai target, terutama pada ruas-ruas prioritas di berbagai kabupaten/kota.
Proyek yang berjalan meliputi peningkatan dan rehabilitasi jalan provinsi, pembangunan turap/talud/bronjong, pembukaan jalan, peningkatan kapasitas jalan, serta pembangunan jembatan.
Pekerjaan tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Medan, Deliserdang, Simalungun, Karo, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Toba, Labuhanbatu, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, Nias Barat, Nias Utara, Pakpak Bharat, Serdangbedagai, Tebingtinggi, dan Padang Lawas Utara.
Selain itu, 14 proyek telah memasuki tahap kontrak, termasuk pembangunan jembatan di ruas Simpang Tiga Namu Unggas–Tangkahan, Kabupaten Langkat.
Kemudian, sebanyak 13 proyek lainnya masih dalam proses tender, lima proyek PSD berada pada tahap penyusunan dan pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP), serta dua proyek masih menunggu proses RUP.
Pemprov Sumut juga menyiapkan 21 proyek penanganan pascabencana yang masih dalam tahap perencanaan. Proyek tersebut meliputi perbaikan oprit jembatan, pembangunan turap/talud/bronjong, dan penggantian jembatan di sejumlah daerah, seperti Langkat, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal.
“Kami memastikan seluruh tahapan pembangunan, mulai dari tender hingga kontrak, berjalan efektif dan terukur, termasuk untuk proyek penanganan pascabencana,”papar Chandra.(red01)









