Inalum Susun Strategi Hadapi Tantangan Industri

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita saat rapat pimpinan semester II tahun 2026.(Foto.Istimewa)

BATUBARA l Ersyah.com l PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mempercepat langkah penguatan strategi bisnis melalui Rapat Pimpinan Semester II Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Juli 2026.

Forum tersebut menjadi evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan sekaligus menyusun arah kebijakan strategis menghadapi tantangan industri dan memperkuat daya saing perusahaan.

Rapat tersebut juga dihadiri Direktur Utama PT Inalum Melati Sarnita dan dihadiri jajaran direksi, pimpinan unit kerja, serta direksi seluruh anak perusahaan.

Dalam forum itu, masing-masing unit memaparkan realisasi program kerja, capaian kinerja, hambatan operasional, hingga peluang bisnis yang dinilai dapat dioptimalkan untuk memperkuat sinergi di lingkungan Inalum Group.

Pembahasan juga difokuskan pada percepatan implementasi program strategis guna memastikan target perusahaan tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

Rapat pimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya Inalum memperkuat tata kelola perusahaan yang adaptif, meningkatkan efektivitas koordinasi lintas unit, serta membangun kolaborasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Informasi diterima ersyah.com, Jumat (17/7/2026) menyebut, pada sesi diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif. Seluruh peserta didorong memperkuat komunikasi lintas perusahaan, mempercepat pengambilan keputusan, serta menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Corporate Communication PT Inalum, Utrich Farzah mengatakan, rapat tersebut merupakan agenda perusahaan untuk menyelaraskan langkah seluruh entitas dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang.

“Inalum terus memperkuat kualitas kerja, mempererat kolaborasi antar satuan kerja dan anak perusahaan, serta mendorong lahirnya inovasi sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Utrich.

Hasil rapat itu sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai holding industri pertambangan yang mampu menjawab tantangan bisnis dengan tata kelola yang baik.(red01)