Inalum dan Freeport Indonesia Bahas Efisiensi Industri Hilirisasi Mineral

Rombongan direksi yang juga diikuti Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, meninjau langsung fasilitas produksi untuk melihat implementasi teknologi, sistem operasi peningkatan kinerja yang diterapkan PTFI.(Foto.Istimewa)

BATUBARA l Ersyah.com l PT Inalum dan PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat sinergi dalam pengembangan industri hilirisasi mineral nasional.

Melalui kunjungan strategis ke fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, kedua perusahaan pelat merah itu membahas peluang optimalisasi operasional, peningkatan efisiensi, hingga penguatan tata kelola industri pengolahan mineral.

Kunjungan jajaran direksi dan manajemen Inalum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang lebih erat di tengah tuntutan peningkatan daya saing industri hilirisasi nasional.

Tidak hanya bertukar pengalaman, kedua perusahaan juga mengkaji berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan smelter yang berorientasi pada produktivitas dan penciptaan nilai tambah.

Agenda diawali dengan paparan bertajuk “Copper at Our Core” yang mengulas perjalanan pengembangan hingga operasional smelter PTFI, sebagai salah satu proyek hilirisasi tembaga terbesar di Indonesia.

Selanjutnya, rombongan direksi yang juga diikuti Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, meninjau langsung fasilitas produksi untuk melihat implementasi teknologi, sistem operasi, serta strategi peningkatan kinerja yang diterapkan PTFI.

Menurut Informasi yang diterima, ersyah.com, Sabtu (18/7/2026), menyebutkan diskusi kedua perusahaan juga menitikberatkan pada penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), efektivitas operasional, serta pemanfaatan fasilitas smelter secara optimal guna meningkatkan daya saing industri nasional.

Corporate Communications Inalum, Utrich Farzah menjelaskan, kunjungan itu merupakan bagian dari agenda strategis perusahaan yang secara rutin mempertemukan jajaran direksi dengan mitra industri maupun anak perusahaan untuk membahas isu-isu strategis.

“Fokus kunjungan kali ini adalah mengevaluasi operasional smelter sekaligus menggali peluang sinergi dalam optimalisasi fasilitas pengolahan mineral. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem hilirisasi nasional,”ujarnya.

Menurutnya, tantangan industri pengolahan mineral ke depan tidak hanya terletak pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan perusahaan membangun efisiensi, memperkuat integrasi rantai pasok, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

“Sinergi Inalum dan PTFI dan dukungan pemerintah menjadikan perusahaan semakin kuat dalam mewujudkan industri hilirisasi mineral yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia,”tutupnya.(red01)