HUT ke-18 Labura, Bupati Akui Tantangan Berat, Infrastruktur hingga Kemiskinan Jadi PR Besar

 

Bupati Kabupaten Labura, Dr H.Hendriyanto Sitorus didampingi Wakil Bupati, Dr H.Samsul Tanjung pada resepsi HUT Ke-18;.(Ersyah/F.Sinaga)

LABURA l Ersyah.com l Di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Labura, Bupati Dr H. Hendriyanto Sitorus mengungkapkan perjalanan daerah belum sepenuhnya mulus.

Meski berbagai capaian pembangunan diraih, persoalan infrastruktur, kemiskinan, ketahanan ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

“Tantangan kita masih berat, Infrastruktur hingga memiskinan masih jadi pekerjaan rumah besar,”kata Bupati saat Resepsi Hari Jadi ke-18 Kabupaten Labura yang digelar di Aek Kanopan, Selasa (21/7/2026),

Kegiatan itu sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan hampir dua dekade Kabupaten Labura sejak ditetapkan pemekarkan pada tanggal 21 Juli 2008.

Resepsi diawali dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Labura yang dipimpin Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus.

Pada kesempatan itu juga dibacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Labura sebagai pengingat perjuangan panjang para tokoh pemekaran dalam mewujudkan daerah otonom.

Bupati Hendriyanto Sitorus menyampaikan, usia ke-18 bukan berfokus pada seremoni tahunan, melainkan repleksi untuk mempercepat pembangunan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan yang sudah diraih hingga saat ini merupakan hasil kerja keras bersama dan kolaborasi elemen, mulai dari para tokoh pemekaran, pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, pemuda, tokoh masyarakat hingga seluruh masyarakat Kabupaten Labura,”ujarnya.

Pada HUT keli in mengusung tema “Melangkah Bersama, Maju Lebih Cepat untuk Labura Hebat”.

Bupati menegaskan, pemerintah telah mencatat sejumlah kemajuan dalam setahun terakhir, seperti meningkatnya pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan, dan kualitas hidup masyarakat.

Namun, ia mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Pemerintah daerah masih dihadapkan pada tantangan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor agar pembangunan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Labura, Bupati bersama Wakil Bupati H. Samsul Tanjung menyerahkan nasi tumpeng kepada para tokoh pemekaran dan keluarga mereka.

Prosesi itu menjadi simbol penghargaan atas jasa para pejuang pemekaran yang telah meletakkan pondasi berdirinya Kabupaten Labura.

Peringatan HUT ke-18 Labura turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh pemekaran, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, camat, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat yang ikut menjadi saksi perjalanan pembangunan Kabupaten Labura selama 18 tahun terakhir.(F.Sinaga)