Sumatera Bidik Investasi Besar, 19 Proyek Unggulan Ditawarkan ke Investor

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap saat pembukaan Sumatera Investment Day tahun 2026.(Foto. Diskominfo Sumut)

MEDAN l Ersyah.com l Sumatera Investment Day (SID) 2026 memperkuat posisi Pulau Sumatera sebagai kawasan investasi unggulan Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengajak 10 provinsi di Sumatera bersinergi mendorong hilirisasi industri dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Forum investasi regional yang mempertemukan pemerintah daerah, investor, dan pemangku kepentingan tersebut dibuka Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Kamis (23/7/2026), di Ballroom Hotel Adimulia Medan.

Sulaiman menegaskan, Sumatera memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam, posisi strategis, serta infrastruktur yang terus berkembang.

Menurutnya, penguatan kerja sama antar provinsi menjadi kunci Sumatera sebagai satu kawasan ekonomi yang tumbuh bersama.

“Hari ini kita tidak berbicara tentang satu provinsi, tetapi tentang satu kawasan yang bergerak bersama, tumbuh bersama, dan maju bersama,”katarnya.

Kegiatan mengusung tema “Invest, Innovate, Inspire, Advancing Sumatra Through Downstream Industry and Tourism Excellence”, SID 2026 menawarkan 19 proyek investasi unggulan dari 10 provinsi di Sumatera kepada investor domestik dan internasional.

Dari Sumut, sejumlah proyek strategis yang dipromosikan antara lain Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kawasan Industri Medan (KIM), Airport City Kualanamu, serta Toba Caldera Resort.

Sumatera menekankan investasi yang dikejar bukan hanya dari sisi nilai, tetapi juga dampaknya dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, mendorong transfer teknologi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

SID 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju Visit Sumatra 2028, dengan visi menghadirkan Sumatera sebagai destinasi terpadu yang menghubungkan berbagai ikon wisata seperti Danau Toba, Belitung, Batam, hingga Bukittinggi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Ameriza M Moesa menyampaikan, kondisi ekonomi Sumatera saat ini cukup kuat. Pada triwulan I-2026, ekonomi Sumatera tumbuh 5,13% dengan inflasi yang tetap terjaga dalam sasaran nasional.

BI bersama pemerintah daerah juga telah menyaring 84 proyek investasi menjadi proyek siap ditawarkan kepada investor potensial dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Malaysia, dan India.

Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Utama Sonny Harry Budiutomo Harmadi menyebut, kontribusi ekonomi Sumatera terhadap PDRB nasional pada triwulan I-2026 mencapai 22,08% atau sekitar Rp1.361 triliun.

Ia mendorong percepatan hilirisasi agar komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet tidak hanya dikirim sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah di wilayah Sumatera.

Menurutnya, tingginya jiwa kewirausahaan masyarakat Sumatera menjadi peluang besar yang perlu diperkuat dengan akses investasi dan pembiayaan.

Melalui SID 2026, Sumatera semakin dikenal sebagai kawasan investasi yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.(MY/red01)