Aksi Pencurian Beruntun Teror Petani Medang Deras

Bekas bololan pencuri mesin pengisap air.(Foto. Grup SMSI BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Gelombang pencurian menghantui wilayah hukum Polsek Medang Deras, Kabupaten Batubara.

Dalam dua malam terakhir, aksi kriminal diduga terjadi secara beruntun dengan menyasar peralatan vital milik petani, memicu keresahan dan kekhawatiran akan terganggunya musim tanam.

Terbaru, satu unit mesin pengisap air milik petani di Dusun Sentosa, Desa Pematang Nibung, Kecamatan Medang Deras, dilaporkan hilang diduga dicuri.

Tidak hanya itu, pelaku juga membobol bangunan penyimpanan dan membawa kabur satu unit mesin diesel berkekuatan 32 PK.

Hilangnya kedua mesin tersebut menjadi pukulan berat bagi petani. Mesin pengisap air merupakan sarana utama untuk mengairi sawah yang tidak terjangkau jaringan irigasi. Tanpa peralatan itu, petani terancam kesulitan memenuhi kebutuhan air saat musim tanaman padi yang saat ini memasuki fase penting.

Salah seorang petani, Yusuf (48) mengatakan, aksi pencurian yang terjadi secara beruntun membuat warga semakin resah.

Ia menilai kondisi keamanan di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

“Situasi saat ini tidak aman. Petani terancam gagal panen. Padi sedang membutuhkan air, kami sangat bergantung pada mesin pengisap air karena lahan tidak memiliki irigasi,”kata Yusuf, Sabtu (25/7/2026) kepada wartawan.

Menurutnya, selain menimbulkan kerugian materi, hilangnya mesin pengisap air juga berpotensi mengganggu produktivitas pertanian masyarakat dan berdampak pada hasil panen.

Informasi mengenai dugaan pencurian tersebut telah disampaikan kepada Polsek Medang Deras melalui pesan WhatsApp pada Jumat (24/7/2026).

Warga berharap aparat segera mengusut kasus tersebut dan meningkatkan patroli, khususnya di kawasan perkebunan dan persawahan pada malam hari.

Pasalnya, aksi pencurian yang terjadi dalam waktu berdekatan dinilai berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Warga juga mendorong adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta mencegah terulangnya aksi pencurian yang meresahkan para petani.

Kapolsek Medang Deras AKP AH Sagala saat dikonfirmasi membenarkan ada menerima pemberitahuan tentang kehilangan mesin pengisap air tersebut melalui pesan WhatsApp dari Yusuf.

“Ada memang namun belum ada laporan resmi. Kita tunggu untuk membuat laporannya sampai tadi , gak ada juga,”jawab AKP AH Sagala.(mn)