
ASAHAN|Ersyah.com l Wakil Bupati (Wabup) Asahan, Rianto, menyatakan dukungan penuh terhadap program penanaman jagung yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan bertani.
Pernyataan itu disampaikan Rianto saat menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Ketahanan Pangan di lahan Air Joman, Kabupaten Asahan, eks HGU PT BSP, Rabu (5/8/2026).
Menurut Rianto, program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Program ini sangat baik karena selain mendukung ketahanan pangan, juga memberikan edukasi kepada warga binaan yang telah memenuhi asesmen. Ketika mereka bebas, khususnya warga Asahan, mereka memiliki keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan penanaman jagung kali ini merupakan periode kedua.
Sebelumnya, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku telah menanam jagung di lahan seluas 5,5 hektare dengan hasil yang dinilai memuaskan.
Rianto berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru dan tidak kembali berhadapan dengan hukum.
“Harapan kita, ketika mereka keluar dari lapas sudah memiliki ilmu bercocok tanam sehingga mampu mandiri dan tidak lagi menjadi warga binaan. Ini merupakan program yang sangat luar biasa,”katanya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, Rianto juga mengapresiasi jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang telah menginisiasi program tersebut dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjang, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku beserta jajaran, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Asahan, serta sejumlah tamu undangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, mengatakan kunjungannya juga untuk meninjau lahan yang dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan.
Sebelum pembangunan dimulai, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung agar tetap produktif sekaligus menjadi media pembinaan bagi warga binaan.
“Melalui program ini, warga binaan yang telah memenuhi asesmen dan akan segera bebas dibekali keterampilan bercocok tanam sehingga memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemanfaatan lahan secara produktif menjadi langkah strategis sebelum pembangunan Lapas Minimum Security Asahan dilaksanakan.
“Kami ingin lahan ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun warga binaan sebelum nantinya dibangun Lapas Minimum Security Asahan,” pungkas Jalu. (PMN10)









