
BATUBARA l Ersyah.com l Musabaqoh Dai dan Daiyah (MDD) ke-I Tingkat Kabupaten Batubara tahun 2026 ditutup, Minggu (9/8/2026).
Bukan hanya ajang adu kemampuan berdakwah, kegiatan ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang mampu menjadi benteng moral di tengah derasnya pengaruh negatif, khususnya di ruang digital.
Penutupan MDD yang digelar di Kantor Bupati Batubara dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Daerah (PD) Kepemudaan FORMADDA-SU Kabupaten Batubara periode 2026–2028.
Kegiatan mengusung tema “Menggema Dakwah, Mengukir Peradaban Menuju Batu Bara Bahagia”.
Maknanya, menempatkan dakwah bukan hanya sebagai aktivitas keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter dan peradaban. Pemuda diminta tidak berhenti sebagai objek pembinaan, melainkan tampil sebagai penggerak dakwah dan perubahan sosial di tengah masyarakat.
Bupati Batubara Dr H.Baharuddin Siagian, hadir bersama Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dr H.Aripay Tambunan, Kapolres Batubara diwakili Kabag Ops Kompol Zulham, jajaran pemerintah daerah, pengurus FORMADDA-SU, dewan hakim, peserta MDD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, dilanjutkan laporan panitia serta pemutaran video dokumentasi pelaksanaan MDD yang telah berlangsung sejak 1 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi panggung bagi FORMADDA-SU untuk memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan.
Muhammad Habil resmi dilantik sebagai Ketua PD Kepemudaan FORMADDA-SU Kabupaten Batubara periode 2026–2028, didampingi Aflah Fairoz sebagai Wakil Ketua, Hikmah Aulia sebagai Sekretaris, dan Reni Risma,sebagai Bendahara.
Muhammad Habil menyampaikan, MDD tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi titik awal untuk memperluas gerakan dakwah sekaligus melahirkan dai dan daiyah yang memiliki kapasitas, integritas, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Ia berharap FORMADDA-SU dapat menjadi rumah dakwah bagi masyarakat Batubara sekaligus wadah pembinaan bagi generasi muda agar mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Sementara itu, Bupati Baharuddin Siagian mengapresiasi terhadap pelaksanaan MDD.
Ia menilai dakwah memiliki posisi strategis dalam menjaga masyarakat, terutama generasi muda, dari berbagai pengaruh negatif yang semakin mudah masuk melalui perkembangan teknologi dan media sosial.
Bukan hanya dukungan moral, pemerintah daerah juga menjanjikan insentif pendidikan bagi para pemenang MDD.
Bupati menyampaikan, para juara Musabaqah Dai dan Daiyah akan mendapatkan kesempatan kuliah gratis di Universitas Asahan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan dan dakwah.
Selain itu, Bupati menyampaikan kepada generasi muda, khususnya kaum perempuan.
Ia mengingatkan agar media sosial digunakan secara bijak dan masyarakat tidak mudah percaya atau membuka akses komunikasi dengan orang yang belum dikenal.
Kewaspadaan dinilai penting untuk mencegah berbagai potensi tindak kejahatan yang berawal dari interaksi di ruang digital.
Rangkaian acara ditutup dengan pengumuman para juara Musabaqah Dai dan Daiyah ke-I Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026.(mn)









