Dua Kali Juara Umum, PKK Labura Diuji Lebih Dari Lomba

Bupati Labura, Dr H. Hendriyanto Sitorus saat melihat produk UMKM binaan TP PKK Kabupaten Labura, disela-sela menerima tim evaluasi desa percontohan tingkat Provinsi Sumatera Utara.(Ersyah/F.Sinaga)

LABURA l Ersyah.com l Prestasi dua tahun berturut-turut sebagai juara umum lomba PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Kali ini, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, menjadi salah satu nominasi penilaian akhir Lomba Desa Percontohan Tingkat Provinsi Sumut kategori Pelaksana Tertib Administrasi PKK.

Tim Evaluasi PKK Provinsi Sumut turun langsung melakukan penilaian, Selasa (11/8/2026).

Bupati Kabupaten Labura, Dr H.Hendriyanto Sitorus bersama Wakil Bupati (Wabup) Dr H.Samsul Tanjung turut menyambut kedatangan tim evaluasi.

Desa Damuli Pekan tidak hanya diuji dari sisi administrasi. Tim evaluasi menilai berbagai aspek, mulai dari inovasi dan kreativitas desa, kemampuan kader menjalankan 10 Program Pokok PKK, program kerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan dan penyajian data.

“Rapi administrasi saja tidak cukup. Prestasi lomba harus menjadi cermin dari kerja nyata. Jangan sampai program terlihat aktif ketika tim penilai datang, tetapi kembali redup setelah penilaian berakhir,”kata Bupati Hendriyanto dihadapan tim evaluasi.

Ia mengapresiasi kolaborasi Tim Penggerak PKK, pemerintah desa, kecamatan, OPD, dan masyarakat dalam mempersiapkan evaluasi.

“Kita berharap prestasi terbaik dapat kembali diraih. Yang terpenting, proses ini dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program PKK dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”ujarnya.

Hendriyanto menyebut, orientasi PKK tidak boleh berhenti pada perburuan penghargaan. Sebab, juara hanyalah hasil akhir, sedangkan manfaat bagi masyarakat seharusnya menjadi ukuran utama.

Sementara itu, Wabup Dr H.Samsul Tanjung memberikan peringatan yang cukup tegas.

Ia meminta agar geliat PKK tidak hanya muncul ketika memasuki musim perlombaan.

“Jangan sampai semangat ini hanya muncul ketika ada perlombaan. Ini harus menjadi evaluasi sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan memastikan program PKK dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”pesan Wabup.

Ia juga mengingatkan tentang budaya kerja berbasis lomba harus dihindari. PKK bukan panggung untuk mempertontonkan administrasi, melainkan mesin pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“Apapun hasil yang kita terima harus menjadi bahan evaluasi untuk lebih baik,”ucap Wabup Samsul Tanjung.

Sementara itu, Tim Evaluasi PKK Provinsi Sumut melalui Eka Suci Ramadhani dari Sekretariat PKK Sumut mendorong agar pembinaan terhadap desa, kelurahan, dan kecamatan dilakukan secara berkelanjutan.

Kolaborasi, inovasi, dan optimalisasi peran PKK penting untuk mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045 serta mendukung Sumut Berkah.(F.Sinaga)