
MEDAN l Ersyah.com l Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) sebagai strategi mengatasi ketimpangan pembangunan desa dan kelurahan.
Program strategis era Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur H.Surya dinilai mengubah pola pembangunan parsial menjadi pembangunan kawasan yang terintegrasi.
Plt Kepala Dinas PMD, Dukcapil Sumut Muhammad Suib mengatakan, KKSB telah masuk dalam RPJMD dan mulai direalisasikan tahun 2027.
“Selama ini pembangunan sifatnya parsial, KKSB menggunakan pendekatan area based development, yakni pembangunan kawasan secara terintegrasi,”kata Suib saat jumpa pers, Jumat (28/8/2026) di Kantor Gubernur Sumut.
Suib, program yang digagas menyasar kawasan yang memiliki potensi tetapi belum berkembang akibat keterbatasan infrastruktur dan lemahnya produktivitas ekonomi masyarakat.
Intervensi tidak hanya berupa pembangunan fisik, tetapi juga penguatan potensi lokal dan keterlibatan masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumut akan menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp5 miliar hingga Rp50 miliar per kawasan.
Dana tersebut bersifat khusus dan tidak dapat dialihkan untuk program lain.
“Bantuan keuangan khusus ini tak tanggung nilainya, minimal Rp5 hingga maksimal Rp50 miliar per kawasan,” ujar Suib.
Program KKSB juga diarahkan untuk mempercepat peningkatan status desa.
Berdasarkan Kepmendes Nomor 343 tahun 2025, Sumut masih memiliki 521 desa sangat tertinggal dan 707 desa tertinggal dari total 5.417 desa.
“Kerja berat kita bagaimana menggeser desa sangat tertinggal dan tertinggal menjadi desa berkembang,”katanya.
Pelaksanaan KKSB dimulai Januari 2027. Pemprov Sumut melibatkan 19 OPD dan satu tenaga ahli akademisi untuk menyeleksi proposal dari kabupaten/kota.
Setiap kepala daerah mengusulkan satu calon penerima. Proposal akan diverifikasi dan dinilai sebelum ditetapkan Gubernur Sumut pada 28 Oktober 2026. Pengawasan pelaksanaan dilakukan Pemprov Sumut.(red01)









