13 Jembatan Dibangun, Gubernur Sumut Pastikan Penanganan Bencana Hingga 2028

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution saat memotong pita tanda peresmian jembatan di Desa Parjalihotan Kabupaten Tapanuli Tengah.(Foto. Diskominfo Sumut)

TAPTENG l Ersyah.com l Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Jembatan Armco Kombinasi Bailey di Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (3/9/2026).

Jembatan itu menjadi akses vital yang menghubungkan Dusun 6 dan Dusun 7, sekaligus membuka kembali jalur mobilitas warga yang sebelumnya terdampak bencana.

Jembatan dibangun personil TNI bersama masyarakat dan merupakan satu dari 13 jembatan yang dikerjakan melalui kolaborasi TNI dan warga dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumut.

Kehadirannya jembatan bukan hanya infrastruktur penghubung, tetapi menyangkut akses dasar masyarakat, termasuk jalur anak-anak menuju sekolah.

Gubernur Bobby menjelaskan, pembangunan jembatan tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian.

Ia meminta kondisi jembatan dipantau secara berkala, terutama untuk memastikan tidak muncul kerusakan yang dapat kembali menghambat aktivitas warga.

“Saya minta setiap dua bulan atau tiga bulan kita cek jembatannya. Kalau masih ada kekurangan, boleh kita bantu penguatannya,”ucap Bobby.

Ia menyebut, jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus memberikan kepastian akses bagi anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI dan masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan.

“Mudah-mudahan dapat membantu akses bapak ibu semua untuk anak-anak sekolah,”kata Bobby dihadapan warga yang hadir.

Menurutnya, persoalan infrastruktur di wilayah terdampak bencana Sumut belum selesai. Bobby atas nama pemerintah terus melanjutkan penanganan dampak bencana hingga 2028.

Kerusakan jalan dan infrastruktur lainnya akan menjadi bagian dari agenda perbaikan pemerintah secara bertahap.

“Kita memastikan penanganan bencana akan dilakukan sampai dengan 2028. Misalnya ada jalan yang rusak, nanti kita bangun,”ujarnya.

Bobby juga menawarkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga Parjalihotan. Dalam dialog dengan masyarakat, ia menyampaikan rencana kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumut dan Bank Sumut untuk menyalurkan modal usaha, khususnya bagi kaum ibu.

“Minggu depan, Pemerintah Provinsi Sumut dan Bank Sumut bisa memberikan modal usaha untuk ibu-ibu. Kita kasih modal untuk 50 orang pertama. Selanjutnya, kalau usahanya bagus, kita kasih lagi tambahan modalnya,”ungkap Bobby.

Warga menyambut positif rencana tersebut. Idasari, salah seorang warga Parjalihotan, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap desa mereka.

“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur atas perhatiannya, semoga kami diberi perhatian seperti ini secara berkesinambungan,”harapnya.

Peresmian turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Kepala Dinas PUPR Sumut Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, serta Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut Gibson Panjaitan.(red01)