NTT Diguncang Gempa 7,7, Inalum Bantu Rp252 Juta dan Relawan ke Lokasi Bencana

Bantuan 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, dan 84 dus air mineral yang dikirim PT Inalum untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur.(Foto.Istimewa)

BATUBARA l Ersyah.com l Gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan kebutuhan besar bagi warga terdampak.

Di tengah situasi tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menggelontorkan bantuan Rp252 juta sekaligus mengirim sembilan relawan ke wilayah bencana.

Bantuan itu bukan hanya dana perusahaan. Nilainya diperkuat melalui skema matching donation 1:1, setelah Insan Inalum secara sukarela menggalang donasi untuk membantu korban bencana.

Dengan skema tersebut, bantuan yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam kebutuhan pokok, antara lain 10 ton beras premium, 50 dus mi instan, 72 dus biskuit, 84 dus larutan isotonik, dan 84 dus air mineral.

Bantuan diserahkan kepada Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan (OJLP) BNPB Brigjen TNI Hery Setiono di Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi NTT, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 September 2026.

Sembilan relawan Inalum atau I-Wan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak. Mereka membawa kompetensi yang dibutuhkan dalam situasi darurat, termasuk tenaga medis dan personil keamanan.

Di lokasi bencana, para relawan ikut mendistribusikan kebutuhan pokok, memeriksa kesehatan warga, hingga melakukan trauma healing dan pendampingan psikologis.

Tindakan itu bentuk kepedulian mengingat gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik. Warga juga harus menghadapi trauma, kehilangan, serta ketidakpastian dalam menjalani kehidupan setelah bencana.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menjelaskan, aksi kemanusiaan berangkat dari solidaritas para pekerja Inalum yang kemudian diperkuat perusahaan.

“Ini kepedulian Insan Inalum yang ingin turut hadir bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Perusahaan memperkuat semangat tersebut agar manfaat yang diberikan dapat semakin luas,”ujar Melati, Sabtu (5/9/2026) kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kehadiran perusahaan tidak sebatas mengirimkan bantuan logistik. Tapi relawan tenaga ahli medis diberangkatkan membantu dilokasi bencana.

“Kepedulian tidak berhenti pada bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana kita dapat hadir langsung, mendampingi masyarakat, dan membantu mereka melewati masa pemulihan,”kata Melati.

Aksi tersebut bentuk Inalum menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus memperkuat dukungan terhadap upaya penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di NTT.

BNPB yang dipimpin Brigjen TNI Hery Setiono mengapresiasi dukungan Inalum.

Ia menyebut kolaborasi pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi situasi bencana.

“Kami apresiasi dukungan dari Inalum. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci utama untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak bencana,”ucap Hery.

Gempa M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat episentrum gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan tersebut turut memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT dan diikuti gempa-gempa susulan.(red01)