Jaga Seni Islami di Era Digital, Festival Hadroh Batubara Diminta Makin Masif

Festival Hadroh III Batuara Dibuka, Regenerasi Seni Islami dihadapkan tantangan era digital.(Foto. Diskominfo BB)

BATUBARA l Ersyah.com l Festival Hadroh Tingkat Dewasa dan Remaja dalam rangka memperebutkan Piala Bergilir Bupati Batubara resmi dibuka, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan digelar di Aula RM Barokah, dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN).

Festival Hadroh diharapkan menjadi arena adu kreativitas antar grup.

Kegiatan ini diarahkan sebagai ruang memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga seni dan budaya bernuansa Islami agar tidak tergerus derasnya perubahan zaman, terutama di tengah dominasi budaya populer dan musik modern.

Bupati Batubara, Dr H.Baharuddin Siagian, mengapresiasi festival tersebut karena dinilai mampu menghadirkan ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mengajak penyelenggaraan berikutnya diperluas dengan melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai bagian dari kaderisasi sekaligus memastikan seni hadroh tetap memiliki generasi penerus.

“Saya berharap kedepannya diikutkan juga tingkat SMP dan SMA sebagai penerus nantinya, karena di dalam kegiatan ini terdapat pesan-pesan Islami,”ujar Baharuddin.

Menurutnya, festival bernuansa budaya dan keislaman tidak berhenti sebagai perlombaan tahunan, tetapi dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu mendorong remaja lebih produktif, kreatif, dan memiliki ruang berekspresi yang positif.

Sekretaris DPW PAN Sumatera Utara, Dedy Irawan menyebut, tantangan musik Islami di tengah derasnya arus musik modern dan perkembangan media digital.

Karena itu, menurutnya, Festival Hadroh perlu digelar secara konsisten sekaligus dikemas dan dipublikasikan melalui media sosial agar lebih dekat dengan generasi Z.

“Di zaman sekarang musik-musik Islami tidak populer. Maka dari itu, kegiatan seperti ini harus sering dilakukan dan dipublikasikan melalui media sosial agar tidak hilang atau ketinggalan zaman,” katanya.

Anggota DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap mengingatkan menjaga kesinambungan kegiatan seni budaya bernuansa Islami.

Ia menyebut pengembangan seni budaya merupakan salah satu cara mempertahankan tradisi di tengah masyarakat.

Dukungan terhadap kegiatan keagamaan, termasuk pengajian, perwiritan, remaja masjid, dan remaja rumah Al-Qur’an, dinilai perlu terus diperkuat agar memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Pembukaan festival ditandai dengan penabuhan gendang oleh Bupati Batubara sebagai tanda dimulainya kompetisi hadroh tingkat dewasa dan remaja untuk memperebutkan Piala Bergilir Bupati Batubara.

Kegiatan turut dihadiri jajaran Pemkab Batubara, pengurus DPW dan DPD PAN, organisasi sayap PAN, serta sejumlah anggota DPRD.(red01)