
MEDAN l Ersyah.com l Kabar baik bagi pengurus rumah ibadah di Sumatera Utara (Sumut).
Pemerintah Provinsi Sumut menyiapkan anggaran sebesar Rp67,5 miliar untuk membantu pembangunan dan renovasi 250 rumah ibadah sepanjang 2026.
“Ini menjadi salah satu prioritas daerah yang dituangkan dalam RPJMD Sumut melalui skema dana hibah,”kata Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Kesra Setdaprovsu, Syahrial Effendi Pane, saat jumpa pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut,Rabu (9/9/2026) di Kantor Gubernur Sumut, Medan.
Syahrial mengatakan, bantuan sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Hingga 9 September 2026, realisasi anggaran mencapai Rp23,029 miliar atau 34,11 persen dari total pagu Rp67.506.202.477.
“Gubernur Sumut sudah menyerahkan bantuan secara simbolis untuk 250 bantuan rumah ibadah tahun 2026 di Sumut,”ucap Syahrial.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak diberikan sembarangan. Pengurus masjid, gereja, maupun rumah ibadah lainnya harus mengajukan permohonan kepada Gubernur Sumut, kemudian Biro Kesra melakukan survei lokasi dan menilai kelayakan sebelum usulan dibahas dalam KUA-PPAS hingga ditetapkan dalam APBD.
Besaran bantuan pun berbeda sesuai kebutuhan, mulai dari sekitar Rp20 juta-Rp30 juta untuk pembangunan kamar mandi hingga Rp500 juta-Rp1 miliar untuk pembangunan fisik masjid.
Disebutkan, Rumah ibadah yang sudah memperoleh bantuan pada 2026 tidak diperbolehkan kembali menerima hibah pada 2027 dan baru dapat mengajukan lagi pada 2028.
Selain itu, bangunan yang diajukan harus sudah menunjukkan progres pembangunan minimal berupa fondasi sekitar 10 persen.
“Kalau masih hanya lahan tanah kosong, kita tidak bisa memberikan bantuannya,”ungkap Syahrial.
Pemprov Sumut juga mewajibkan penerima melaporkan realisasi penggunaan dana paling lambat 31 Desember 2026.
Kebijakan itu untuk memastikan setiap rupiah hibah benar-benar digunakan sesuai peruntukan.
Biro Kesra menyatakan bantuan terus disalurkan sesuai ketentuan dan kemampuan keuangan daerah.
“Sepanjang masyarakat bermohon bantuan, kita lakukan survei lokasi dan kita sesuaikan juga dengan kemampuan anggaran Sumut,”ujar Syahrial.(MY/red01)









