
BATUBARA l Ersyah.com l Pasca mencuatnya pemberitaan, kinerja anggota DPRD Kabupaten Batubara terus menjadi perbincangan.
Ketua Pangeran Batubara, Muhammad Nurizat Hutabarat,berencana menyurati secara resmi DPD, DPW hingga DPP Partai NasDem serta Sekretariat DPRD Batuvara terkait dugaan ketidak hadiran salah seorang anggota DPRD Batubara dari Partai NasDem dalam sejumlah rapat penting dewan.
Sorotan perbincangan itu diarahkan kepada H.Ramli, anggota DPRD Batubara dari Partai NasDem yang duduk di Fraksi Karya Pembangunan Nasional (KPN), dari daerah pemilihan Medang Deras.
Muhammad Nurizat menilai persoalan kehadiran anggota DPRD bukan perkara sepele.
Menurutnya, setiap kursi yang diduduki wakil rakyat daerah merupakan amanah yang diperoleh dari suara masyarakat.
“Ini sangat mencederai suara rakyat itu sendiri, terutama di dapil yang bersangkutan, Kecamatan Medang Deras,”tegas Nurizat.
Ia mengatakan Pangeran Batubara akan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja anggota DPRD Batubara. Bahkan terkait wakil rakyat dari Partai NasDem tersebut direncanakan untuk dibawa ke rapat dengar pendapat (RDP).
Bukan hanya persoalan absensi, pihaknya juga menyoroti minimnya aktivitas yang bersangkutan dalam kegiatan partai maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan kapasitasnya sebagai wakil rakyat.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Batu Bara, Drs H.Darwis MSi, dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (10/9/2026), mengakui persoalan tersebut telah menjadi perhatian internal partai.
Darwis mengatakan dirinya telah memanggil H. Ramli setelah muncul pemberitaan mengenai persoalan absensi tersebut.
Namun, Darwis menyebut data yang digunakan dalam pemberitaan sebelumnya merupakan data lama.
“Rupanya data yang mereka dapati itu merupakan data lama. Namun itu sudah saya peringati dan nasehati beliau,”ujar Darwis.
Meski demikian, Darwis mengungkapkan pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada H. Ramli.
“Kami di DPD NasDem Kabupaten Batubara sudah memberikan surat peringatan satu dan dua kepada yang bersangkutan,”katanya.
Menurut Darwis, kondisi kehadiran H. Ramli saat ini sudah mulai membaik.
“Sekarang ini beliau sudah sering masuk kantor dan saya sudah sampaikan apa tanggung jawab seorang wakil rakyat,” ungkapnya.
Darwis juga meminta H. Ramli membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan wartawan.
Di sisi lain, H. Ramli membantah tudingan bahwa dirinya tidak hadir hingga mencapai jumlah tersebut.
“Gak ada segitu. Masuk terusnya aku, cuma mungkin pergi bimtek waktu itu nggak dihitung masuk. Apalagi baru-baru ini kami bimtek ke Aceh,”kata Ramli.
Ramli mengakui dirinya memang terkadang tidak masuk kantor, tetapi membantah jumlah ketidak hadiran yang disebutkan.
“Kadang ada juga nggak masuk, tapi itu nggak segitu jumlahnya,”ujarnya.
Ia juga mengaku terkadang merasa kurang percaya diri ketika harus berbicara di hadapan forum yang dihadiri banyak anggota DPRD lainnya.
“Aku kadang nggak pede kalau berbicara di depan kawan-kawan lain,” ungkapnya.
Pangeran Batubara mendesak agar persoalan tersebut tidak berhenti pada teguran internal. Mereka meminta mekanisme pengawasan terhadap kinerja anggota DPRD benar-benar dijalankan.
Sebab, bagi masyarakat kata dia, persoalan itu bukan hanya angka dalam daftar absensi.
“Satu kursi DPRD adalah mandat rakyat. Ketika kursi itu kosong dalam agenda penting, yang dipertanyakan bukan hanya kehadiran seorang anggota dewan, tetapi juga seberapa jauh amanah pemilih benar-benar dijalankan,”tukas Nurizat.(mn)









